Wisuda, Momen yang Dinanti-nantikan

  Minggu, 25 Agustus 2019   Rizma Riyandi   Netizen
Ilustrasi (Pixabay)

Wisuda merupakan salah satu kata yang tidak asing lagi di kalangan masyarakat, khususnya untuk para mahasiswa dan mahasiswi. Momen tersebut merupakan momen yang dinanti-nantikan oleh mereka setelah berjuang di kampus yang dijadikan tempat belajar selama ini.

Tidak heran jika wisuda sering diidentikkan sebagai momen kebahagiaan. Tidak hanya untuk diri sendiri, melainkan keluarga dan khususnya orang tua. Oleh karena itu, terkadang mata itu tak mampu menahan air mata dan akhirnya terjatuh membasahi pipi. Tangisan kebahagiaan yang timbul dari pejuang wisuda maupun dari orang tua, bahkan sang pengajar.

Momen wisuda tidak terlepas dari perjuangan orang tua, dosen, bahkan guru-guru di masa lalu. Tidaklah mudah mengantarkan sang anak menuju gerbang kelulusan yang bernama wisuda. Oleh karena itu, tidaklah heran jika orang tua meneteskan air mata ketika melihat anaknya telah berada di gerbang tersebut. Kalimat-kalimat doa yang selama ini telah dipanjatkan, atas izin dari-Nya, keinginan mereka dapat terpenuhi.

Begitu juga dengan para pengajar, baik yang berasal dari para dosen maupun para guru di masa sekolah yang dulu pernah dijadikan tempat belajar. Pastinya mereka bangga ketika mengetahui jika sang murid telah mencapai di gerbang wisuda. Bisa jadi dulu mereka nakal. Bisa jadi dulu mereka malas mengerjakan tugas. Bisa jadi dulu mereka sering remedial ketika ujian. Akan tetapi, berkat doa dan dukungan dari pengajar, akhirnya para mahasiswa-mahasiswi tersebut mampu melewati lika-liku perjalanan selama ini, khususnya ketika sedang duduk di bangku sekolah maupun kuliah.

Selain itu, sang pejuang wisuda pun terkadang tidak menyangka bahwa dirinya mampu melewati proses pembelajaran selama ini. Proses yang diwarnai dengan rasa suka, duka, kegalauan, bahkan timbul benih-benih cinta. Kalimat-kalimat doa yang telah dipanjatkan, perjuangan bolak-balik ke kampus mengikuti masa perkuliahan, serta bertemu dosen pembimbing untuk melakukan bimbingan akhirnya dapat berbuah manis.

Oleh karena itu, ketika telah sampai di gerbang wisuda berusahalah untuk tidak melupakan jasa-jasa dari pihak-pihak yang telah membantu dan mendoakan selama ini. Kemudian, semoga ilmu yang didapatkan selama ini dapat bermanfaat. Oleh karena itu, bagi yang belum mencicipi di gerbang wisuda, marilah bersama-sama untuk berjuang dan mintalah pertolongan kepada sang pemilik alam semesta ini.

Dyah Makutaning Dewi
Mahasiswi Politeknik Statistika STIS Jakarta

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar