Serunya Main Air Sambil Berburu Hadiah dalam Tradisi Ngobeng

  Kamis, 22 Agustus 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)

Berbagai rangkaian perlombaan dilaksanakan dalam rangka merayakan HUT RI. Mulai dari perlombaan anak-anak seperti balap karung, gigit sendok, memasukkan pensil ke botol, hingga perlombaan orang dewasa seperti tarik tambang dan panjat pinang.

Di Tasikmalaya, khususnya Manonjaya, ada satu perlombaan yang paling ditunggu-tunggu warga. Ngobeng, atau tradisi ngobeng adalah tradisi mencari ikan di kolam. Biasanya dilakukan di kolam yang dimiliki warga. Tradisi ini diikuti oleh seluruh warga, tanpa mengenal umur. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semuanya berbaur, turun ke kolam bersama.

Tradisi ngobeng bukan cuma sekedar berburu mencari ikan sebanyak mungkin. Disamping memperoleh ikan yang nantinya bisa dibawa pulang cuma-cuma, ada juga beberapa ikan yang sengaja menjadi doorprize (hadiah utama).

Ikan yang menjadi doorprize tidak hanya karena ukurannya yang besar. Tapi karena pada tubuh ikan tersebut biasanya dipasangi perhiasan emas seperti anting atau cincin. Ada juga ditempeli dengan lembaran uang. Baik pecahan 5.000, 10.000 hingga 100.000.

Tradisi ngobeng biasanya paling ramai karena diikuti peserta laki-laki. Sedangkan para perempuan berdiri di sekeliling kolam, memberi semangat pada anak, saudara, suami atau ayah mereka yang sedang ngobeng (baca di dalam kolam). Kolam ikan yang biasanya licin karena lumut pun menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit warga yang tergelincir, memicu gelak tawa penonton.

Istilah ngobeng sendiri memiliki arti yang berbeda-beda. Di Palembang, ngobeng memiliki arti tradisi menghidangkan makanan dalam kegiatan adat seperti pernikahan, khitanan, syukuran dan perayaan hari-hari keagamaan.

Di Cianjur ada juga istilah ngobeng. Ngobeng di Cianjur berarti gotong royong antar warga untuk membantu warga lain yang sedang hajatan, baik khitanan, nikahan sampai membangun rumah. 

Apa pun artinya, istilah ngobeng mengandung arti kebersamaan dan gotong royong. Semangat nasionalisme dan rasa sayang antar sesama bisa terpupuk dari setiap kebersamaan. Ingatlah bahwa alasan utama bangsa Indonesia bisa merdeka adalah karena semangat persatuan dan kesatuan dari Sabang sampai Merauke. “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. 

 

Siska H

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar