KKN Tematik Citarum Harum UPI Sosialisasikan LCO

  Jumat, 19 Juli 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Pembuatan Lubang Cerdas Organik (LCO). (Dok. Tim KKN Tematik Citarum Harum UPI)

Bantaran Sungai Citarum yang berada di Desa Mekarrahayu kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak hanya sampah, rerumputan juga turut memenuhi kawasan tersebut.

Terdapat 33 mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang tergabung dalam kelompok KKN Tematik Citarum Harum di Desa Mekarrahayu. Selama melaksanakan kegiatannya, para mahasiswa itu membantu program satuan tugas (satgas) Citarum Harum dan Kampung Sabilulungan Bersih (Saber).

“Mahasiswa KKN tematik Citarum Harum harus turut serta dalam program maupun upaya yang berorientasi kepada lingkungan. Kebetulan di Desa Mekarrahayu terdapat beberapa program yang menunjang Citarum Harum," ujar ketua KKN tematik Desa Mekarrahayu, Tryan Muhammad Ramdhan.

Setiap harinya mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk mengikuti kegiatan satgas dan Kampung Saber. Satgas dilaksanakan mulai dari pukul 08.00 WIB-12.00 WIB, lalu dilanjut dengan kegiatan sosialisasi Kampung Saber pukul 13.00 WIB-16.00 WIB.

Saat kegiatan satgas, mahasiswa bergotong royong untuk membersihkan bantaran Sungai Citarum dari sampah maupun rerumputan liar. Sedangkan di kegiatan Kampung Saber, mahasiswa turut bersosialisasi dan membuatkan Lubang Cerdas Organik (LCO) atau biasa dikenal dengan istilah lubang biopori.

Pembuatan lubang resapan biopori perlu diterapkan oleh masyarakat sekitar. Tujuan utamanya ialah untuk mengurangi dan memanfaatkan keberadaan sampah organik baik untuk resapan air maupun kesuburan tanah secara alami, khususnya di Desa Mekarrahayu, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung.

Penanggung jawab kegiatan pembuatan LCO di Desa Mekarrahayu ialah Agung Kuswanto, Mahasiswa Pendidikan Kimia UPI angkatan 2017.

“Masyarakat perlu memanfaatkan keberadaan sampah di sekitarnya, baik organik maupun non organik. Salah satu upaya yang dapat mengurangi jumlah sampah organik ialah pembuatan lubang resapan biopori. Maka dari itu kami memberikan edukasi kepada masyarakat dengan cara sosialisasi pembuatan LCO. Harapan dalam pembuatan LCO ini ialah masyarakat turut serta dalam upaya mengurangi volume sampah dan memanfaatkan sampah yang dihasilkannya secara bijak," papar Agung, saat meresmikan pembuatan LCO.

Pembuatan resapan biopori ini diprakasai oleh habisnya masa kontrak tempat pembuangan akhir (TPA) Sari Mukti pada 2020 dan pembuatan TPA Legok Nangka yang masih belum rampung dan siap untuk digunakan. Hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar, bagaimana alternatif untuk menstabilkan antara volume sampah yang selalu tinggi dengan keberadaan TPA yang belum siap.

Atas dasar hal tersebut, mahasiswa UPI bersama penggiat saber membuat target sebanyak 500 LCO selama 32 hari ke depan. Pembuatan LCO secara resmi dimulai pada Senin 18 Juli 2019 pukul 12.00 WIB.

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar