Diskriminasi Usia di Lingkungan Kerja

  Rabu, 10 Juli 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi kerja.(Pixabay)

Praktik diskriminasi bisa terjadi di mana saja. Termasuk didunia kerja. Diskriminasi di lingkungan kerja dapat terjadi mulai saat proses perekrutan, selama masa kerja atau menjelang akhir masa kerja. 

Dampak dari diskriminasi di lingkungan kerja bisa beragam, seperti tidak mendapatkan kesempatan kerja, perolehan remunerasi yang tidak semestinya, gangguan psikologis, ketimpangan dalam memperoleh kesempatan mengikuti program pelatihan dan promosi jabatan, hingga kepada pemutusan hubungan kerja.

Diskriminasi di lingkungan kerja dapat bersifat terbuka. Artinya, dinyatakan secara jelas, dan merupakan kebijakan resmi perusahaan. Bisa juga bersifat tertutup sehingga sebagian besar pekerja bahkan tidak menyadari adanya diskriminasi. 

Berdasarkan kasus-kasus yang selama ini berhasil diidentifikasi oleh Organisasi Perburuhan Sedunia (ILO), terdapat sejumlah faktor yang sejauh ini kerap dijadikan dasar untuk melakukan tindakan diskriminatif terhadap pekerja maupun calon pekerja. Salah satunya adalah yang menyangkut soal umur atau usia.

Contohnya yaitu dalam proses perekrutan kerja manakala perusahaan menolak memanggil pelamar kerja hanya karena yang bersangkutan dinilai terlalu muda atau terlalu tua usianya.

Contoh lainnya yaitu pihak perusahaan tidak memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ataupun promosi jabatan kepada sejumlah pekerja hanya karena para pekerja itu masih belia atau karena mereka sudah lanjut usia.

Apa pun bentuknya, tindakan-tindakan diskriminatif semestinya tidak boleh dilakukan di lingkungan kerja. Bekerja dan mendapatkan upah yang layak adalah bagian dari hak asasi manusia. Setiap orang memiliki hak yang sama dan setara dalam soal mendapatkan pekerjaan, mendapatkan upah yang layak serta memperoleh jaminan-jaminan sosial lainnya sesuai dengan aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

Pemerintah, organisasi profesi, serikat pekerja, media, lembaga swadaya masyarakat dan juga para pelaku dunia usaha mesti bahu-membahu bekerjasama dalam upaya meminimalisir terjadinya bentuk-bentuk diskriminasi di lingkungan kerja. Program-program sosialisasi yang menyasar berbagai elemen masyarakat dan kelompok pekerja perlu pula dirancang guna meningkatkan kesadaran publik dalam ikut membendung serta menangkal praktik-praktik diskriminasi di lingkungan kerja.

Hal-hal yang samasekali tidak ada kaitannya dengan kompetensi pekerjaan sudah selayaknya tidak dijadikan pijakan untuk memperlakukan pekerja secara berbeda. Diskriminasi di lingkungan kerja bukan saja tidak sesuai dengan spirit kemanusiaan yang beradab serta keadilan sosial, tetapi juga berlawanan dengan prinsip-prisip universal hak asasi manusia.

Rejeki W

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar