Jelang Kemarau, BPBD KBB Siap Salurkan Air Bersih

  Rabu, 12 Juni 2019   Faqih Rohman
(Pixabay.com)

NGAMPRAH, AYOBANDUNG.COM--Sejumlah langkah persiapan dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat jelang datangnya musim kemarau, di antaranya menyiapkan bantuan air bersih dan menyiagakan personel.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD KBB, Dicky Maulana mengatakan musim kemarau tahun ini di KBB diprediksi akan berlangsung dari bulan Juni hingga beberapa bulan kedepan. Hingga kini, status siaga kemarau pun belum ditetapkan karena harus dilakukan rapat koordinasi terlebih dahulu.

AYO BACA : Cirebon dan 6 Daerah Lain Berpotensi Kekeringan

"Kami belum meminta secara spesifik data kemarau untuk wilayah KBB terkait berapa lama dan wilayah di kecamatan mana saja kepada BMKG. Biasanya setalah itu kami dirakorkan," ujarnya kepada ayobandung.com melalui sambungan telepon, Rabu (12/6/2019).

Dia menyebutkan walaupun belum dilakukannya Rakor, apabila terjadi krisis air bersih pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR KBB dan UPTD Pertamanan untuk segera menyalurkannya. Namun, saat ini kondisinya masih normal walaupun tengah memasuki fase pancaroba.

AYO BACA : Kekeringan Mulai Landa Tanaman Padi di Indramayu

"Sampai sekarang statusnya belum ada, jadi masih kita anggap normal saja. Kami siap hadapi musim kemarau, artinya tak perlu Rakor kalau memang ada masyarakat yang perlu air bersih," katanya.

Dicky menyebutkan berdasarkan data tahun kemarin, sejumlah wilayah di KBB mengalami krisis air bersih di antaranya Cipendeuy, Batujajar, Cihampelas, Cipatat dan Gunung Masigit. Dalam sehari, BPBD dengan instansi terkait bisa menyalurkan air bersih satu hingga dua kali ke daerah mengalami krisis.

"Memang kita keterbatasan sarana kemudian air juga terbatas, akhirnya kami hanya bisa beberapa kali drop saja minimal satu sampai dua kali dalam satu tempat karena permintaan cukup banyak," terangnya.

Ditambahkannya, pada musim kemarau kasus bencana yang terjadi banyak didominasi oleh kebakaran, masyarakat pun diimbau agar selalu waspada dan teliti ketika akan meninggalkan rumah.

"Kemarau biasanya banyak kebakaran untuk itu waspada atau hati-hati saat tinggalkan rumah lalu teliti kembali sebelum tinggalkan rumah. Karena kemarau cukup banyak laporan kejadian kebakaran setelah kekurangan air," pungkasnya.

AYO BACA : Dampak Kekeringan Mulai Terasa di Kabupaten Tasikmalaya

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar