PT KAI Tanggapi Pengendara Terobos Perlintasan

  Rabu, 12 Juni 2019   Nur Khansa Ranawati
Pengedara menerobos perlintasan KA di Kiaracondong. (ayobandung)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebuah video yang memperlihatkan seorang pengendara sepeda motor nekat melintas di perlintasan rel kereta api Kiaracondong, Bandung beberapa detik sebelum kereta lewat, viral setelah diunggah akun ATCS Kota Bandung di Instagram, Rabu (12/6/2019). Video tersebut diunggah oleh warga dengan akun @frmnn19.

Menanggapi hal tersebut, Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea Bridara mengaku prihatin. Menurutnya, hal tersebut sangat berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan serius bahkan kematian.

Tak hanya berbahaya bagi keselamatan, Noxy mengungkapkan bahwa setiap masyarakat yang menerobos perlintasan kereta otomatis telah melakukan pelanggaran undang-undang lalu lintas dan berpotensi terkena sanksi. 

Noxy menegaskan bahwa berdasarkan UU No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pada pasal 114 disebutkan bahwa pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, dan palang pintu kereta sudah ditutup.

"Selain itu, berdasarkan pasal tersebut, pengemudi kendaraan pun wajib mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu yang melintasi rel," ungkapnya dalam keterangan resminya di Bandung, Rabu (12/6/2019).

AYO BACA : Bikin Geram Netizen, Pemotor Menerobos Perlintasan KA 2 Detik Sebelum Kereta Lewat

Apabila masyarakat melanggarnya, maka akan dikenakan sanksi sesuai pasal 296 dengan pidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000. 

Menurut Noxy, ada tigal hal yang bisa menjadi solusi untuk mencegah penerobosan di perlintasan kereta api. Pertama, adalah solusi hukum untuk memberikan efek jera kepada masyarakat yang melanggar.

"Iya bisa saja mereka ditilang, kan sanksinya sudah jelas di undang-undang lalu lintas dan angkutan jalan raya itu. Ini perlu untuk memberikan efek jera kepada para pelanggar di perlintasan kereta api,” ungkapnya.

Solusi kedua adalah solusi infrastruktur sesuai pasal 91 dan 94 UU 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian yaitu dengan membuat perpotongan jalur kereta api menjadi tidak sebidang misalnya dengan membuat flyover atau underpass. Atau untuk langkah cepat, pemerintah atau pemerintah daerah bisa segera menutup perlintasan sebidang tanpa izin.

"Solusi ketiga adalah solusi budaya di mana masyarakat harus berperan aktif saling mengingatkan untuk tidak melanggar perlintasan kereta api," paparnya.

Dirinya juga mengimbau agar seluruh pengguna jalan mentaati rambu-rambu lalu lintas saat akan melewati perlintasan sebidang. Pengguna jalan harus tetap waspada dan mawas diri, tengok kanan kiri saat akan melintas dan pastikan tidak menerobos dengan alasan apapun.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar