Suka Duka Eko, Mudik Pertama Bersama Sang Istri ke Cianjur yang Hamil 7 Bulan

  Sabtu, 01 Juni 2019   Faqih Rohman Syafei
Eko (26) pemudik asal Kebon Kopi, Kota Cimahi dan istri.

PADALARANG, AYOBANDUNG.COM--Mudik merupakan tradisi pulang kampung yang di lakukan oleh umat muslim di Indonesia jelang lebaran. Tradisi tahunan ini, banyak dinantikan oleh para pemudik agar bisa berkumpul bersama keluarga dalam momen merayakan lebaran.

Dalam bermudik menuju kampung halaman, para pemudik mempunyai pilihannya tersendiri mulai dari menggunakan angkutan massal di antaranya bus, kapal laut, dan pesawat terbang. Lalu, ada juga yang memilih menggunakan kendaraan pribadi seperti motor ataupun mobil.

Seperti halnya, Eko (26) pemudik asal Kebon Kopi, Kota Cimahi yang memilih mudik bersama sang istri Irma dengan menggunakan motor menuju Cianjur. Motor dipilihnya karena dirasa lebih ekonomis dibandingkan dengan menggunakan angkutan massal.

"Kalau motor karena ekonomis saja dibandingkan angkutan umum. Selain itu, kalau pakai motor bisa memilih waktu istirahat di mana saja," ujarnya kepada ayobandung.com di sela-sela istirahatnya, Sabtu (1/6/2019).

Walaupun lebih murah dan bisa beristirahat di mana saja, namun ada konsekuensi yang dirasakan olehnya yakni harus menahan rasa capek dan lelah karena menempuh jarak puluhan kilometer dengan waktu tempuh hingga berjam-jam. 

"Kalau sukanya, saya biasa istirahat di daerah Rajamandala karena banyak tempat ngopinya, kalau dukanya ya capek di perjalanan menempuh ke Cianjur," katanya.

Eko mengaku ini adalah mudik pertamanya bersama sang istri setelah menikah. Menurutnya, rasa capek dan lelah selama perjalanan akan hilang seketika setelah berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

Dia mengungkapkan memilih mudik jauh-jauh hari sebelum Lebaran agar waktu bersama dengan keluarga bisa lebih lama, selain itu untuk menghindari kemacetan di perjalanan. 

"Biar bisa hindari macet, tapi meleset dari prediksi malah padat jalan yang menuju ke Cianjur. Saya merasa senang ini mudik pertama saya sama istri, sebelumnya saya mudik sama keluarga ke Yogyakarta pakai jalur selatan, sedihnya juga ada karena enggak mudik bareng orang tua lagi," terangnya.

Dia menambahkan momen yang dinantikan ketika lebaran adalah tradisi sungkeman kepada kedua  orang tua, lalu berbagi angpau kepada keponakan serta saling berkunjung ke rumah sanak keluarga dan tetangga. Terlebih di tahun ini dia diberkahi oleh Tuhan YME karena sang istri tengah mengandung tujuh bulan. 

"Sebenarnya hampir semua orang nunggu momen salat Id, silaturrahmi ke tetangga. Kumpul-kumpul lah," ucapnya. 

Eko pun meminta kepada pemerintah agar segera memperbaiki beberapa ruas jalan, terlebih pada musim mudik banyak dilalui oleh pemudik. Harapan tersebut didasari untuk menjamin keselamatan pemudik selama di perjalanan agar bisa berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

"Akses jalan inginnya diperbaiki, soalnya arah Cimahi ke Cianjur banyak bergelombang dan itu membahayakan," pungkasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar