Cara Cerdas Kelola THR saat Lebaran

  Rabu, 15 Mei 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Ilustrasi uang THR.(Antara)

Hari Raya Idulfitri atau populer pula disebut Lebaran boleh jadi merupakan salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh kebanyakan masyarakat negeri ini.

Di Hari Lebaran inilah setidaknya setahun sekali kita dapat berkumpul, bercengkrama dan bersilaturahmi dengan keluarga, sanak-saudara, sahabat maupun para tetangga.

Kesempatan untuk berkumpul, bercengkrama dan bersilaturahim ini mungkin saja sesuatu yang sangat spesial, karena di hari-hari biasa waktu kita lebih banyak tersita oleh rutinitas mencari nafkah penghidupan. Lebih-lebih lagi bagi mereka yang hidup di perantauan.

Bagi para pekerja, Lebaran juga menjadi momen sangat spesial dengan adanya pemberian uang tunjangan hari raya (THR) dari perusahaan tempat bekerja.

THR adalah pendapatan nonupah yang wajib dibayarkan oleh para pengusaha kepada pekerja/buruh atau keluarganya menjelang hari raya keagamaan. Sesuai regulasi yang berlaku, pembayaran THR mesti dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum hari raya keagamaan.

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor  6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan, Pasal 3 ayat (1a) dan ayat (1b), menyebutkan bahwa pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan THR sebesar satu bulan upah. Sedangkan untuk pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus menerus tetapi kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional, sesuai dengan masa kerja.

Dengan dibayarkannya THR setiap menjelang Lebaran, para pekerja saban tahun mendapat tambahan pendapatan di luar upah, yang sesungguhnya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas-aktivitas yang lebih produktif. Dengan kata lain, THR yang didapat setiap tahun dapat dikelola sedemikian rupa sehingga tidak melulu dihabiskan untuk sekadar membiayai aneka kegiatan konsumtif menjelang dan selama hari raya.

Sudah lazim mentradisi di negara kita, menjelang dan selama Lebaran, pengeluaran masyarakat cenderung lebih tinggi dari biasanya. Masyarakat kita jorjoran menghabiskan duit dengan berbelanja. Berbagai jenis barang dibeli. Padahal, mungkin saja barang-barang itu tidak terlalu kita butuhkan. Kita membelinya hanya untuk memuaskan keinginan kita saja. Tidak sedikit dari kita mendadak kalap saat belanja menjelang Lebaran. Tidak jarang uang THR yang kita terima pun langsung ludes dalam sekejap.

Manfaat Penganggaran

Agar kita tidak sampai kalap belanja menjelang Lebaran, sebaiknya kita menyusun penganggaran. Dengan membuat penganggaran, kita bakal lebih terencana dalam menggunakan dan memanfaatkan setiap rupiah yang kita miliki.

Lebaran datang setiap tahun. Kita dapat dengan mudah memprediksi sejak jauh hari menyangkut hal-hal apa saja yang kita perlukan di waktu Lebaran. Pengangaran bakal membantu kita dalam melihat apa yang kita butuhkan dan apa yang kita tidak butuhkan. Ujungnya, kita dapat segera mengkalkulasi dan mengetahui seberapa besar dana yang kita perlukan untuk memenuhi apa yang kita butuhkan.

Dengan melakukan penganggaran secara baik jauh-jauh hari sebelum Lebaran, kemungkinan besar uang THR yang didapat tidak seluruhnya terpakai atau mungkin pula malah sama sekali tidak terpakai. Dengan demikian, uang THR (baik sebagian atau utuh) dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lain yang lebih produktif. Misalnya saja, dijadikan modal untuk merintis usaha. Kalau pun uangnya masih belum mencukupi, dapat ditabung terlebih dahulu hingga nanti mencukupi untuk dijadikan sebagai modal usaha.

Bisa juga uang THR dimanfaatkan untuk biaya mengambil kursus singkat untuk menambah dan meningkatkan keterampilan dan keahlian kita, yang ujungnya bakal membuat diri kita semakin kompetitif dan produktif.

Apabila setiap rumah tangga mampu mempraktikkan penggaran belanja Lebaran dengan baik, Lebaran tidak bakal lagi menjadi ajang pemborosan seperti kecenderungan yang terlihat seperti sekarang ini. Sebaliknya, Lebaran menjadi momen yang membuat masyarakat kita bertambah produktif. Bila masyarakat kian produktif, kesejahteraan masyarakat pun makin meningkat.

Lebaran memang perlu dirayakan. Namun, tidak berarti setiap Lebaran kita harus menghambur-hamburkan uang untuk dapat merayakannya. Hal-hal yang mengarah kepada pemborosan, sekecil apa pun, seyogianya kita hindari. Gunakan uang, termasuk uang THR, secara cermat dan bijaksana. 

R Wulandari

Alumni Program Manajemen Keuangan dan Perbankan Indonesia (AKPI) Bandung

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar