Perajin Alat Masak Tatap Peluang Ramadan meski Bahan Baku Naik

  Selasa, 14 Mei 2019   Mildan Abdalloh
Perajin alat-alat masak di Soreang, Kabupaten Bandung. (Mildan Abdalloh/Ayobandung.com)

SOREANG, AYOBANDUNG.COM—Ramadan menjadi berkah bagi hampir semua pengusaha, termasuk bagi perajin alat-alat masak seperti buleng (panci besar), oven, dan loyang.

Menjelang idulfitri, banyak masyarakat mengganti perlengkapan dapurnya sehingga menguntungkan bagi para perajin.

Peningkatan penjualan saat Ramadan diakui Asep Sofian, perajin buleng di Soreang, Kabupaten Bandung.

"Saat ramadan sudah biasa ramai pembeli," ucap Asep, Selasa (14/5/2019).

Ramadan tahun ini diharapkan Asep bisa kembali meningkatkan penjualannya. Namun, harapan keuntungan dari banyaknya penjualan sedikit terganjal. Pasalnya bahan baku buleng yakni stainless steel dan galvanis naik hingga sekitar 50 persen.

"Sudah dua bulan ini bahan baku naik. Padahal sedang banyak pesanan," ungkapnya.

AYO BACA : Pemkab Bandung Gelar Bazar Ramadan, Catat Tanggalnya!

Dia mencontohkan, untuk satu lembar alumunium tipis yang menjadi bahan baku buleng yang dibuatnya harganya mencapai Rp250.000 padahal biasanya harganya berkisar Rp165.000.

Pun dengan stainless steel harganya melonjak tinggi mencapai Rp400.000/lembar, padahal harga normalnya hanya Rp250.000/lembar.

"Mau tidak mau harus menaikkan harga jual. Kalau tidak, saya akan rugi," katanya.

Dengan menaikan harga, Asep khawatir pada Ramadan ini pelanggannya banyak yang kabur. 

Asep melanjutkan, pada bulan puasa ini, kebanyakan konsumen membeli buleng atau panci besar untuk memasak bakso. Saat Ramadan, kata dia, banyak orang yang mendadak berdagang bakso, baik yang keliling maupun berdagang di rumah. Selain buleng, barang yang banyak dicari konsumen adalah peralatan membuat kue, yakni oven dan loyang.

Dengan menaikkan harga, Asep mengaku terjadi perubahan konsumen. Dia memaparkan, selain untuk membeli barang baru, pelanggannya banyak yang memperbaiki perabotan masak.

"Nah, kalau puasa sekarang mah justru kebanyakan orang yang memperbaiki daripada beli baru, mungkin ya karena harga beli baru lumayan mahal," katanya.

AYO BACA : Bazar Sampah Cinambo: Botol Plastik Jadi Minyak Goreng

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar