Mengintip Masjid Tua dan Bersejarah di Sukabumi

  Senin, 13 Mei 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Masjid Al Munawaroh di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. (Atep Maulana)

Masjid sering menjadi pusat pergerakan Islam pada masa lalu. Karena itu, mempelajari sejarah Islam bisa diawali dengan mempelajari masjidnya.

Memasuki bulan puasa ini masjid dijadikan umat muslim sebagi pusat aktifitas keagamaan dengan berbagai kegiatan keagamaan untuk memakmurkan masjid dengan mengisi kegiatan selama bulan suci ramadhan ini.

Adalah Masjid Al Munawaroh yang berlokasi di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Masjid ini menjadi peninggalan zaman Belanda yang bertahan dan hingga kini jadi pusat kegiatan Islam di wilayah tersebut.

Masjid Al Munawaroh di Desa Cipetir Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi menjadi peninggalan zaman Belanda yang bertahan dan hingga kini jadi pusat kegiatan Islam di wilayahnya.

Di masjid ini pula, kita bisa mendengarkan secara singkat mengenai sejarah perjalanan umat islam dan keberadaan masjid menjadi pusat perjuangan pada masa pergerakan situsi perang waktu itu.

Tokoh masyarakat Cipetir dan juga imam masjid Nunung M Tolhan (65) mengatakan, Masjid Al Munawaroh berdiri sejak 1941. Masjid dibangun sebelum masa kemerdeakaan.

Pembangunan masjid berdasarkan keterangan orangtua dulu dilakukan oleh warga pribumi yang masih satu keturunan.Berdasarkan silsilah sejarah, adalah tokoh masyarakat di Cipetir yakni  H Harmami, H Basar, H Fatimah dan H Rukoyah yang semuanya merupakan keturunan dari H Arif. Pada waktu dulu masjid ini seringkali digunakan untuk shalat dan mengaji para santri yang pesantren atau madrasahnya dekat dengan masjid.

Hingga kini pun kata Nunung, masjid ini masih ramai digunakan untuk beribadah dan kegiatan dakwah atau syiar Islam. Terlebih pada momen bulan Ramadhan seperti saat ini. Di mana kegiatan ibadah lebih semarak dengan shalat tarawih dan tadarus Alquran.

Menurut Nunung, sruktur bangunan masjid ini masih cukup kuat karena konstruksi batu dan beton. Selain itu ditopang dengan penyangga yang masih kuat.

"Masjid mempunyai nilai sejarah karena dibangun sejak zaman Belanda dan ketika agresi Belanda kedua masjid punya peranan karena menyembunyikan senjata para pejuang kemerdekaan," ungkap Nunung.

Di lokasi Masjid Al Munawaroh in banyak berdiri bangunan tua peninggalan Belanda, Keberadaan rumah tua dan masjid ini hingga kini masih bertahan. Meskipun sebagian rumah tua tidak terawat karena tidak ditempati pemiliknya yang pindah ke kota. Namun ada sebagian lainnya yang masih terawat terjaga keasliannya.

- Atep Maulana
 

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar