MUI: Jangan Nodai Kesucian Ramadan

  Sabtu, 04 Mei 2019   Irpan Wahab Muslim
Surat edaran Ramadan MUI Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya KH. Ii Abdul Basith mengatakan, Ramadan merupakan bulan suci bagi umat Islam yang sejatinya disambut dengan suka cita. Dengan kesucian lahir dan bathin, kebeningan hati, kebersihan akal dan fikiran, jiwa dan juga lingkungan.

"Mari kita ciptakan suasana khusuk dalam menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan. Dengan menjaga lisan, tulisan, sikap dan tindakan dari ekspresi kebencian dan permusuhan, seperti sumpah serapah, mengolok olok, menghina, meneleti kesalahan orang lain serta menggunjing. Termasuk untuk tidak menyerap dan menyebar isu busuk atau fitnah," kata  KH. Ii Abdul Basith, Sabtu (4/5/2019). 

MUI juga tambah KH. Ii Abdul Basith, mengajak khusus bagi umat Islam, agar tidak memprovokasi atau terprovokasi dengan berita yang belum dipastikan kebenarannya.

AYO BACA : Ajay Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok di Cimahi Aman

"Mari kita sama sama menghindari segala bentuk permusuhan dengan sesama muslim tanpa meninggalkan amar ma'ruf dan nahyul munkar dengan bijaksana serta nasihat yang santun," ujar KH. Ii. 

Sementara itu, Sekretaris MUI Kabupaten Tasikmalaya, KH. E. Zainal Abidin mengatakan, sesuai Himbauan MUI Kabupaten Tasikmalaya nomor 52/MUI - TSM/IV/2019, meminta kepada seluruh pemilik restoran/rumah makan untuk tidak membuka bisnisnya, kecuali pada sore hari hingga waktu sahur.

AYO BACA : Jamaah Naqshabandiyah di Padang Mulai Puasa Ramadan

Pihaknya juga meminta kepada pemerintah dan aparat yang berwenang, agar lebih proaktif dan mengantisipasi maraknya bentuk-bentuk kejahatan terutama di tempat-tempat keramaian. 

"Pemerintah dan aparat berwenang agar lebih meningkatkan pelayanan dan pengayoman terhadap masyarakat yang meningkatkan intensitas ibadahnya di bulan Ramadan, sehingga mereka merasa lebih nyaman," tutur KH. E. Zaenal Abidin. 

KH. E. Zaenal Abidin menambahkan, segala bentuk perilaku masyarakat yang dapat menodai kesucian bulan Ramadan, agar seger ditindak dan ditertibkan.

AYO BACA : Tradisi Warga Kota Bandung Menyambut Ramadan di Tahun 1920-an

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar