Jelang Ramadan, Stok Beras dan Daging di Jabar Aman

  Kamis, 25 April 2019   Nur Khansa Ranawati
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Koesmayadi. (Nur Khansa Ranawati/Ayobandung.com)

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM-- Menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019, stok beras dan daging di Jawa Barat tercatat masih mengalami surplus. Selain itu, stok cabai merah juga dilaporkan masih memadai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Koesmayadi mengatakan, cabai merah sempat mengalami ledakan produksi. Bahkan, di Garut harga komoditas ini per-kilogramnya sempat turun.

"Cabai merah ini beberapa bulan terakhir ada ledakan produksi, sehingga harganya turun, di Garut sampat Rp2.500/kg. Dari mereka masih ada beberapa stok. Jadi kalau untuk cabai merah, kita masih surplus," jelasnya ketika ditemui di Gedung Sate, Kamis (25/4/2019).

AYO BACA : Iwa Karniwa: Stok Beras Jabar Aman

Sementara, untuk daging sapi, Koesmayadi mengatakan sekitar 73 ribu sapi telah siap potong. Satu ekor sapi mengandung 190 kg daging yang dapat dikonsumsi termasuk oval atau jeroan.

"Sekarang ada 80.500 ekor sapi yang ada di feedloter. Sebanyak 1.500 di antaranya adalah indukan, tidak boleh dipotong. Jadi sekitar 73 ribu lebih sapi yang siap dipotong," jelasnya.

Pasokan ayam, Koesmayadi mengatakan, untuk konsumsi keseharian pun saat ini masih berlebih. Harganya juga tergolong masih terpantau meskipun tengah naik karena mekanisme perhitungan untung-rugi peternak dalam 7 periode penjualan selama satu tahun.

AYO BACA : Harga Daging Sapi Masih Bertengger di Rp 130 Ribu

"Sekarang juga sudah ancang-ancang nih harganya naik, tapi dari segi stok cukup. Untuk itu, jadilah konsumen yang cerdas. Tidah usah 'rusuh', bahan baku cukup." jelasnya.

Ketersediaan beras pun tercatat aman. Koesmayadi menyebutkan, stok masih surplus, dengan harga yang tidak mengalami kelonjakan.

"Hasil pantauan kami, beras premium itu sekarang paling tinggi Rp11.200 per kilogram. Itu harga yang tidak terjadi lonjakan. Karena Jabar sebagai penghasil beras nasional, dan sekarang lagi panen raya jadi tidak ada kenaikan," jelasnya.

Adapun stok beras saat ini masih surplus hingga 1.333 ton. Kebutuhan konsumsi hingga Idulfitri berada di angka 20.730 ton, sedangkan kebutuhan konsumsi 19.397 ton.

"Beban puncak kebutuhan yaitu 43 hari Ramadan, paling tinggi H-7 di mana arus pemudik sudah sampai di tempatnya masing-masing," jelasnya.

AYO BACA : Bulog Target Serap Beras 1,8 Juta Ton

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar