Dari Cabe Rawit Hingga Kentut, Ini Jenis Petasan yang Populer Saat Ramadan

  Rabu, 24 April 2019   Asri Wuni Wulandari
Mercon bumbung atau 'lodong'. (Dok ayobandung.com)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ramadan tak lepas dari tradisi menyalakan petasan yang sering kali dilakukan oleh anak-anak saat ngabuburit atau selepas shalat Tarawih. Di bulan istimewa itu, penjual petasan menjamur dan banyak mendulang rupiah.

Namun siapapun yang menyalakan petasan, ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu keselamatan. Jika tak hati-hati, petasan bisa sangat membahayakan.

Nah, sebelum coba-coba membeli petasan, yuk kenali dulu macamnya, seperti yang telah dirangkum ayobandung.com berikut ini.

 

Petasan Cabe Rawit

Petasan Cabe Rawit panjangnya hanya sebesar korek api. Seperti namanya, meski berukuran kecil, bunyi petasan ini cukup membuat telinga berdengung. Petasan ini dikenal sebagai petasan murah meriah lantaran harganya yang sangat terjangkau. Tak heran jika banyak anak-anak yang mampu membeli petasan ini dengan uang jajan mereka sendiri.

 

Petasan Kentut

Petasan yang satu ini tidak seperti petasan-petasan lainnya yang mengeluarkan suara keras. Saat dibakar, petasan Kentut akan mengeluarkan asap dan bau busuk seperti bau belerang yang tidak sedap dicium. Karena baunya yang tak enak ini lah petasan tersebut dinamai petasan Kentut.

AYO BACA : Pemkab Bandung Waspadai Penimbunan Bahan Pokok Jelang Ramadan

Namun, menariknya, beberapa petasan jenis ini biasanya bisa mengeluarkan asap berwarna-warni. Tak sedap dicium, tapi sedap dipandang. Unik ya!

Petasan Teko

Petasan ini merupakan salah satu petasan yang bikin orang-orang ngeri, karena dikenal berbahaya. Banyak kecelakaan terjadi akibat petasan yang satu ini lantaran daya ledaknya yang cukup besar. Bagaimana tidak? Petasan ini punya ukuran yang lebih besar dibandingkan petasan-petasan yang lain. Diameter lingkarannya saja sekitar 8 cm.

Jika merujuk pada Peraturan Kapolri Nomor 2 Tahun 2008 Tentang Pengawasan, Pengendalian, dan Pengamanan Bahan Peledak Komersial, petasan ini resmi dilarang. Dalam aturan itu, petasan yang diameternya berukuran lebih dari 6 cm tidak boleh diperjualbelikan.

Biasanya produsen petasan teko melakukan upaya pencegahan kecelakaan dengan memperpanjang sumbu petasan. Meski demikian, petasan jenis ini sebaiknya dihindari demi keselamatan diri sendiri. 

Petasan Lempar atau Petasan Banting

Petasan yang satu ini konon relatif lebih aman jika dibandingkan dengan jenis yang lain. Bentuknya kecil dan cara memainkannya tidak perlu disulut dengan api. Petasan ini cukup dilempar ke tanah sekuat tenaga. Semakin kuat lemparan, semakin kuat juga suara yang dihasilkan.

Petasan Lempar adalah petasan paling sederhana, dan bahkan bisa dibuat sendiri di rumah. Meski demikian, petasan ini tak jarang membuat orang-orang jengkel karena sering membuat kaget dengan suaranya yang keras.

Petasan Pukul atau Mercon Gepuk

AYO BACA : Jelang Ramadan-Idulfitri, Produsen Kue Kering Optimistis Penjualan Meningkat

Petasan ini juga dimainkan tanpa perlu disulut api. Untuk mengeluarkan bunyi yang besar, petasan cukup dipukulkan ke batu atau ke benda keras lainnya. Bentuknya cukup kecil, dan biasanya berwarna merah.

Petasan Jangwe

Petasan jangwe ini sejenis petasan roket versi tradisional. Meski wujudnya hanya berupa lintingan kertas, tetapi bunyinya cukup bikin terkejut. Suasana semarak bisa dirasakan ketika kamu menyalakan petasan yang satu ini. Selain mengeluarkan bunyi, petasan ini juga mengeluarkan ledakan berwarna-warni.

Mercon Bumbung

Masyarakat Sunda menyebutnya “lodong” dan tentunya tidak akan bisa ditemui di pasar-pasar. Petasan ini berkonsep D.I.Y alias Do It Yourself. Petasan terbuat dari bambu petung yang besar dan tebal dan iasanya dibuat sendiri oleh si pemain. Di dalam bambu diisi karbit dan air, atau minyak tanah.

Cara memainkannya adalah dengan disulut dengan api dari kejauhan. Jangan lupa tutup kuping karena suara yang dihasilkan cukup menggelegar.

Petasan Busi

Seperti namanya, petasan ini dibuat dari busi motor bekas yang dilengkapi dengan korek api pentul sebagai pemantik ledaknya. Busi tersebut biasanya dililit oleh tali rafia berwarna-warni. Karena cara membuatnya yang mudah, petasan jenis ini biasanya sering dibuat sendiri di rumah.

 

Tertarik mencoba memainkan petasan? Jangan lupa pilih yang aman ya!

AYO BACA : 8 Tempat Ngabuburit Asyik dan Gratis di Kota Bandung

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar