Menelusuri Koleksi ‘Tanah Pasundan’ di Museum Sri Baduga

  Senin, 22 April 2019   Redaksi AyoBandung.Com
Tampak bagian depan Museum Sri Baduga yang berada di Jalan BKR No.185, Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu (21/04/2019). Firda Rachmawati

Bandung memang terkenal dengan aneka ragam wisatanya, baik wisata kuliner mau pun wisata sejarahnya yang bisa kita kunjungi. Banyak sekali tempat – tempat wisata yang bisa dijadikan referensi jika berkunjung ke Bandung.

Salah satunya yaitu wisata edukasi, dengan mengunjungi beberapa museum di Kota Bandung, kita dapat lebih jauh tau tentang kota kembang ini atau pun mengenai sejarah lainnya. 

Salah satunya yang bisa menjadi tempat wisata sejarah yaitu Museum Sri Baduga. Museum yang berlokasi di Jalan BKR No 185 ini memiliki koleksi – koleksi yang unik dan tentunya dapat menambah wawasan kita tentang Bandung serta hal – hal yang khususnya berkaitan dengan Provinsi Jawa Barat. 

Museum yang diresmikan pada 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, DR. Daoed Joesoef yang didampingi Gubernur KDH Jawa Barat, H. A. Kunaefi ini banyak sekali menyimpan peninggalan – peninggalan dari zaman purbakala sampai zaman kerajaan – kerajaan yang pernah menguasai tanah Pasundan.

Seperti terdapat beberapa alat – alat yang digunakan oleh manusia purba, kala itu serta beberapa fosil manusia purba yang ditemukan di Jawa Barat. 

Selain itu, beberapa peninggalan dari kerajaan – kerajaan seperti mahkota dan kereta kencana yang begitu mewah milik kerajaan Siliwangi juga disimpan di museum ini. Tak ketinggalan pula beberapa prasasti juga dipajang di museum ini.

Meskipun prasasti – prasasti tersebut bukan merupakan aslinya, namun hal tersebut tidak membuat prasasti yang ada di museum ini tidak sama dengan aslinya. Semuanya nampak begitu serupa, misalkan salah satu prasasti Ciaruteun yang sangat menyerupai dengan aslinya.

Bangunan yang mempunyai tiga lantai ini juga menyimpan patung – patung yang dibuat menyerupai dengan manusia yang sedang melakukan aktivitas seperti mengaji, menenun sampai dengan membuat perkakas. Hal tersebut juga menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Informasi – informasi yang ditulis untuk menjelaskan koleksi – koleksi di museum ini juga cukup memberi pengetahuan bagi kita dalam mengulik sejarah di Jawa Barat.

Banyak sekali koleksi – koleksi dari tanah Pasundan lainnya yang juga bisa kita lihat dan pelajari di museum ini selain yang sudah dipaparkan di atas. Dengan hanya membayar tiket Rp2.000 untuk SD, SMP, dan Rp3.000 untuk SMA, mahasiswa, dan umum kita bisa menjelajahi museum ini sepuasnya.

Museum ini dibuka dari Senin sampai Jumat dari pukul 08.00 sampai 16.00 serta Sabtu dan Minggu dibuka pukul 08.00 sampai 14.00. 
Firda Rachmawati

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar