3 Petugas KPPS di Tasik dan Sukabumi Meninggal Dunia

  Sabtu, 20 April 2019   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi petugas KPPS: Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) melakukan penghitungan (rekapitulasi) surat suara calon presiden dan calon wakil presiden Pemilu 2019 di bawah flyover Pasupati, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Rabu (17/4/2019). (Irfan Al-Faritsi/Ayobandung.com)

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM--KPU Kabupaten Tasikmalaya menyatakan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang meninggal dunia bertambah satu menjadi tiga orang, sebelumnya dilaporkan dua petugas meninggal karena kelelahan dan menderita sakit.

"Ya sudah tiga orang sampai hari ini," kata Komisioner KPU Kabupaten Tasikmalaya, Fahrudin di Tasikmalaya, Sabtu (20/4/2019).

Ia menambahkan, ketiga petugas KPPS itu, terdiri dari dua orang yang sebelumnya dilaporkan yakni Supriyanto sebagai Ketua KPPS 11 Desa Cidugaleun, Kecamatan Cigalontang, dan Ketua KPPS 2 Desa Mandalamekar, Kecamatan Jatiwaras, yang sudah selesai proses pemakamannya.

Selanjutnya Ketua KPPS 5 Desa Pedangkamulyan, Kecamatan Bojonggambir bernama Riyad tiba-tiba pingsan setelah selesai penghitungan suara, selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Dr Sukarjo, Tasikmalaya.

"Almarhum pingsan, dibawa ke dokter terdekat, kemudian dirujuk ke RSU dr Sukarjo Tasikmalaya, hari ini (Sabtu) sekitar jam 12 meninggal dunia di RSU," jelasnya.

Ia menyampaikan, untuk dua orang yang meninggal dunia sudah diberikan santunan kepada keluarganya sebagai bentuk turut berduka cita, sedangkan satu orang lagi belum karena baru mendapatkan laporan.

"Kalau yang dua orang yang pertama sudah (santunan), kalau yang ketiga belum, karena baru satu jam yang lalu
(informasinya)," katanya.

Ketua KPU Kabupaten Tasikmalaya Zam Zam Jamaludin menambahkan, jajaran KPU sudah memberikan imbauan kepada seluruh petugas agar saling bergantian dalam melaksanakan tugas tahapan pemilu.

"Tentu, selalu disampaikan karena beban kerja dan tanggungjawab yang sangat besar, maka yang utama harus menjaga kesehatan dan kekompakan," ujarnya.

Ia menambahkan, KPU Kabupaten Tasikmalaya turut berduka cita dan secara lembaga memberikan uang santunan kepada keluarga almarhum.

"Sementara ini baru uang duka saja, kedepannya kami akan membuka santunan dari keluarga besar penyelenggara," katanya.

 

Selain itu, sebanyak tiga petugas TPS di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat meninggal dunia akibat kelelahan dan sakit saat bertugas melayani warga yang hendak menyalurkan suaranya hingga perhitungan suara.


"Petugas di TPS yang meninggal itu berada di tiga lokasi berbeda dan waktu meninggalnya berbeda hari," kata Ketua KPU Kabupaten Sukabumi, Ferry Gustaman.

Adapun anggota KPPS itu yakni Idris Hadi (64) warga Kampung Cipamutih, RT 01/07, Desa Munjul, Kecamatan Ciambar. Petugas ini meninggal pada Kamis (18/4) pukul 02.00 WIB di rumahnya karena keletihan usai menghitung suara ditambah memiliki riwayat penyakit jantung.

Kemudian, seorang wanita yang belum diketahui namanya warga Desa Sukajaya, Kecamatan Pabuaran meninggal pada Sabtu, (20/4) sekitar pukul 06.00 WIB di RSUD Jampangkulon akibat pendarahan saat melahirkan. Pendarahan itu diduga disebabkan wanita ini kelelahan saat proses pemungutan hingga perhitungan suara.

Terakhir Usman Suparman yang merupakan petugas pengamanan TPS wara Kampung Selaawi, RT 16, Desa Warnasari, Kecamatan Sukabumi meninggal dunia usai pelaksanaan perhitungan suara. Namun belum diketahui yang menjadi penyebab meninggalnya pria ini.

Untuk meringankan penderitaan keluarga korban dan bentuk apresiasi terhadap kinerjanya yang sudah merelakan waktu dan tenaga hingga nyawanya agar proses jalannya pesta demokrasi lima tahunan ini berjalan sukses pihak KPU Kabupaten Sukabumi saat ini tengah melakukan penggalangan dana.

"Mereka bisa dikatakan pahlawan demokrasi yang telah memberikan pelayanan agar pelaksanaan pemilu lalu berjalan dengan sukses, kita harus mengapresiasinya. Salah satu bentuk apresiasi terhadap tiga petugas itu kami akan memberikan bantuan dan saat ini masih dalam tahap penggalangan dana," tambahnya.

Di sisi lain, Ferry mengatakan untuk saat ini perhitungan sudah masuk di tingkat kecamatan dan belum ada laporan terjadi kendala saat perhitungan tersebut. Setelah perhitungan selesai maka akan diplenokan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang dilanjutkan perhitungan di tingkat Kabupaten Sukabumi.

Sementara, di Kota Sukabumi seorang petugas sortir dan lipat surat suara, Tatang Sopandi (48), warga Jalan Dwikora, Kelurahan/Kecamatan Warudoyong meninggal akibat kelelahan dan demam setelah beberapa hari sebelumnya aktif membantu sortir dan lipat di Gudang logistik KPU Kota Sukabumi. Pria ini meninggal pada 5 April lalu. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar