Film ‘Ave Maryam’ Tunjukkan Kecantikan Kota Lama Semarang

  Senin, 15 April 2019   Arie Widiarto
Poster 'Ave Maryam'. (Instagram: avemaryammovie)

SEMARANG SELATAN, AYOBANDUNG.COM— Film "Ave Maryam" yang pengambilan gambarnya dilakukan di Kota Semarang, terutama kawasan Kota Lama, telah menyedot sedikitnya 12.000 penonton. Salah satu yang menarik perhatian adalah eksplorasi kecantikan Kota Lama dari film yang diputar sejak 11 April 2019 dan dibesut Sutradara Ertanto Robby Soediskam ini.

Sejak awal hingga akhir, latar film ini diwarnai eksotisme berbagai sudut bangunan tua di Kota Semarang, seperti Lawang Sewu, dan sejumlah bangunan di kawasan Kota Lama.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama keluarga juga menyempatkan nonton bareng di Bioskop E-Plaza Semarang, Minggu (14/4/2019) malam. Orang nomor satu di Kota Semarang itu datang bersama istri tercintanya Krisseptiana dan Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

AYO BACA : Ini Sinopsis Film ‘Ave Maryam’ yang Tayang 11 April 2019

“Setelah menyaksikan sendiri, saya yakin film ini mampu membawa Kota Semarang lebih dikenal dan menarik wisatawan. Banyak sudut-sudut eksotisme Semarang yang ditampilkan,” kata Hendi usai menonton.

Ia mengakui film ini merupakan jenis film berat. Untuk bisa memahaminya diperlukan konsentrasi penuh. “Nontonnya harus fokus, baru bisa memahami. Kalau sambil ngobrol ya susah menangkap pesan yang disampaikan,'' jelasnya.

Sutradara Ertanto Robby Soediskam menyatakan apresiasinya kepada Pemerintah Kota Semarang yang membuka pintu lebar-lebar untuk proses syuting termasuk soal perizinan. 

AYO BACA : Maudy Koesnadi dan Chicco Jerikho Beradu Akting di

“Pertama kali datang ke kota ini, saya langsung jatuh cinta. Indah banget. Tidak hanya berbagai bangunan heritage, tapi juga kehidupan yang beragam dari banyak suku ada di sini. Dan mereka semuanya bisa berbaur. Bahkan, ketika dalam satu keluarga agamanya berbeda-beda sudah menjadi hal yang lumrah,” katanya.

Ertanto mengungkapkan, saat “Ave Maryam” diputar di sejumlah tempat Eropa pun mendapat sambutan hangat. “Banyak yang mengira syutingnya di Eropa,'' ujarnya didampingi Olga Lidya, pemeran salah satu suster biarawati dalam film tersebut.

Salah satu aktris cilik asal Semarang yang terlibat dalam film tersebut, Nathania Angela Widjaja (10), mengaku sangat senang bisa berkolaborasi dengan sederet aktris nasional seperti Maudy Koesnaedi (Maryam), Tutie Kirana (Monic), Chicco Jerikho (Romo Yosef), Joko Anwar (Martin), Olga Lydia (Mila), dan Febby (Rebeca). Nathania berperan sebagai Dinda, seorang bocah kecil pengantar susu. Ia mengaku tak menemui kendala saat proses syuting.

“Senang bisa main dalam film ini, meski harus beberapa kali bolos sekolah,'' katanya.

Film ini mengangkat cerita tentang kehidupan biarawati dan pastor yang terlibat cinta terlarang. Mereka harus diuji dalam pengabdian, ketulusan, dan kejujuran sebagai manusia biasa yang bisa jatuh cinta. Hal itu bertentangan dengan pilihan hidup yang diambil oleh keduanya, yakni menjadi biarawati dan pastor.

AYO BACA : Serunya Ervanto Robby Bicara Soal

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar