Sebabkan Kanker, Asbes Dilarang Digunakan Lagi

  Selasa, 12 Februari 2019   M. Naufal Hafizh
Ilustrasi asbes. (Istimewa)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM—Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2018 tentang Bangunan dan Gedung melarang penggunaan bahan bangunan yang dianggap berbahaya. Salah satunya asbes yang dapat menyebabkan kanker.

Kepala Dinas Tata Ruang Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen mengungkapkan, asbes (serat mineral bersifat tahan panas) selama ini kerap digunakan sebagai atap bangunan. Padahal asbes mengandung zat beracun. Sementara itu, dalam Perda Nomor 14 Tahun 2018 sebagai pengganti Perda Nomor 5 Tahun 2010 mengatur soal persyaratan kesehatan bangunan dan gedung.

AYO BACA : Mengawal Bandung Sehat Tanpa Asbes

"Ada pasal lagi terhadap bahan yang dianggap beracun. Di Perda ini kita atur untuk bahan yang berdampak ke masyarakat tidak dipakai lagi, contohnya itu asbes," kata Zulkarnaen, Selasa (12/2/2019), seperti dalam keterangan resmi yang diterima Ayobandung.com.

Aturan tersebut tertera di pasal 69 perihal persyaratan kesehatan bangunan gedung meliputi sistem penghawaan, sistem pencahayaan, sistem sanitasi, dan penggunaan bahan bangunan.

AYO BACA : Kanker Serviks Jadi Kanker Mematikan Keempat bagi Perempuan

Selanjutnya, soal penggunaan bahan bangunan dalam pasal 77 ayat 1 ‎menyebutkan bahwa bahan bangunan harus aman bagi kesehatan pengguna bangunan gedung, tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan, dan penggunanya dapat menunjang pelestarian lingkungan.

Pada pasal 77 ayat 2 kemudian menyebutkan, bahan bangunan yang aman dan tidak menimbulkan dampak penting harus memenuhi beberapa kriteria, yakni tidak mengandung bahan berbahaya atau beracun bagi kesehatan pengguna bangunan gedung, tidak menimbulkan efek silau bagi pengguna masyarakat dan lingkungan sekitarnya, tidak menimbulkan efek peningkatan temperatur, sesuai dengan prinsip konservasi dan ramah lingkungan.

"Memang dari sisi bahannya asbes bahannya tidak sehat dipakai masyarakat," Zulkarnaen menegaskan.

Dari sejumlah penelitian kesehatan, bahan yang terkandung dalam asbes berpotensi memicu timbulnya kanker.‎ Untuk itu, Perda Nomor 14 Tahun 2018 secara tegas melarang penggunaan asbes lantaran dinilai mengancam kesehatan.

"Memang asbes berdampak zat yang ada di dalamnya apabila terlalu panas menguap dan terhirup oleh yang tinggal di situ. Belum lagi kalau pembuatanya tidak sempurna, ada serpihan yang membahayakan," katanya.

AYO BACA : Obat Kanker Anak Adalah Dukungan dan Kebahagiaan

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar