Melucuti Kemiskinan dengan Pendidikan

  Kamis, 06 Desember 2018   Rizma Riyandi
ilustrasi kemiskinan

Mendengar kata miskin semua orang pasti akan beranggapan sama bahwa kemiskinan adalah status sosial yang tidak diinginkan oleh setiap masyarakat, kemiskinan menjadi momok menakutkan bagi setiap manusia hidup karena takut akan tidak terpenuhinya segala macam kebutuhan dalam hidupnya.

Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) kemiskinan adalah situasi serba kekurangan karena keadaan yang tidak dapat dihindari oleh seseorang dengan kekuatan yang dimilikinya.  Kemudian pada dasarnya kesejahteraan adalah hak setiap orang atau masyarakat yang hidup dan di atur oleh tatananan pemerintahan.

Sebagaimana yang terdapat dalam deklarasi Universal  Hak Asasi Manusia pasal 25 yang menyebutkan, setiap orang berhak untuk taraf hidup yang memadai untuk kesehatan dan kesejahteraan dirinnya serta keluarganya, termasuk hak atas pangan, sandang, papan dan pelayanan kesehatan, pelayanan sosial  serta hak atas keamanan pada saat menganggur dan lain sebagainya.

Maka dari itu setiap individu yang hidup berhak mendapatkan dan memperjuangkan taraf hidupnya salah satunya dengan Pendidikan yang cukup dan layak tidak di sekat-sekat antara Pendidikan si “kaya”dan si “miskin”  karena salah satu jembatan melucuti kemiskinana adalah dengan berpendidikan  manusianya sehingga mampu memiliki sikap dan karakter yang kuat. 

Lalu tugas siapakah untuk menyelenggarakan Pendidikan yang sama dan berkeadilan bagi masyarakat? 

Muhamad Abdul Ropik

Tulisan adalah kiriman netizen, isi tulisan di luar tanggung jawab redaksi.

Ayo Menulis klik di sini

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar