MUI Jabar Haramkan Zakat dan Sedekah Jadi Bahan Politisasi Agama

  Selasa, 12 Juni 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Logo MUI. (mui)

JALAN RIAU, AYOBANDUNG.COM--Menjelang Hari Raya Idulfitri, salah satu rukun wajib di bulan suci Ramadan untuk menyempurnakan ibadah adalah menunaikan Zakat Fitrah.

Namun uniknya, tahun ini suasana Ramadan di Jawa Barat sedikit berbeda. Saat ini Jabar tengah dihadapkan dengan kontestasi Pilkada serentak untuk memilih para pemimpin daerah pada tanggal 27 Juni 2018 nanti. Dampaknya kampanye bersinggungan dengan momen Ramadan. 

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Umum MUI Jabar HM Rafani Akhyar, menegaskan para calon Gubernur dan Wakil Gubernur dan para calon pemimpin daerah kota maupun kabupaten di Jawa Barat tidak memanfaatkan momentum pembayaran Zakat Fitrah atau sedekah sebagai upaya politisasi agama.

"Jelas itu tidak boleh, itu namanya politisasi agama. Indikasi ada politisasi agama melalui zakat dan sedekah itu hukumnya jelas tidak bisa. Haram seseorang politisasi agama lewat membayar zakat atau sedekah. Zakat niatnya itu jelas untuk semata-mata ibadah, tidak boleh ada niat yang lain, apalagi berkampanye," ucapnya, Selasa (12/6/2018).

Menurut Rafani, ibadah berapa pun besarannya bakal tergantung pada niat. Jika niatan tidak benar atau melenceng maka tindakan berzakat atau sedekah itu tidak bakal mempunyai pahala ibadah.

"Kan rugi, bayar zakat tapi untuk politik biar orang memilih kita. Ingat, itu bakal merusak pahala ibadah, perilaku semacam ini jelas tergolong dalam politisasi agama hukumnya. Dan, Jelas haram tidak boleh, hilang nanti nilai ibadahnya," ungkapnya.

Oleh karenanya, Rafani mengimbau seluruh pasangan calon untuk meluruskan niat sebelum menyalurkan zakat fitrah dan sedekahnya. Lantaran motivasi politik akan menghilangkan nilai dan membatalkan ibadahnya.

"Makanya saya mengimbau untuk siapapun paslon hindari berzakat atau sedekah dengan diniatkan untuk dipilih atau politisasi agama. Hindarilah niat-niat kaya gitu, jauhkanlah, hapus dalam memori. Menyalurkan zakat itu harus lillahi ta'ala murni untuk ibadah," tandasnya. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar