Netty Heryawan: Pencegahan LBGT Perlu Dilakukan Bersama

  Rabu, 24 Januari 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Ketua P2TP2A Jabar, Netty Prasetiyani Heryawan. (Eneng Reni/ayobandung)

PASIRKALIKI, AYOBANDUNG.COM -- Ketua P2TP2A Jabar, Netty Prasetiyani Heryawan, menegaskan komitmen lembaganya untuk membantu warga yang terkena dampak dari perilaku Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Sebagai lembaga yang bergerak di titik hilir Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar memiliki peran pula untuk menangani dan mengadvokasi semua pelaku untuk membuat mereka kembali pada lingkungan sosial secara utuh. 

"Jadi orang-orang yang terkena dampak dari perilaku LGBT ini tentu akan kami tangani, advokasi, dan penuhi semua hak yang bisa diselenggarakan di lembaga kami" ungkapnya, Selasa (23/1).

Gerakan LGBT semakin berkembang setelah sejumlah negara bagian di Amerika Serikat melegalkan pernikahan sesama jenis sejak Juli 2015. Kemudian, unggahan video dan foto yang menampilkan pernikahan sesama jenis di internet dan saluran media lain makin membuka mata masyarakat bahwa LGBT telah merebak di Indonesia. 

Kondisi tersebut, semakin meningkatkan kepercayaan diri orang-orang yang memiliki kelainan seksual LGBT untuk menunjukkan jati diri dan eksistensi mereka.

“Ini seperti efek domino di masyarakat. LGBT ini menjadi satu tantangan dalam pengasuhan anak,” ujar Netty. 

Netty mengungkapkan, P2TP2A saat ini tidak memiliki secara detail jumlah LGBT di Jabar. Pasalnya tidak banyak orang atau pelaku yang secara sukarela mengungkap kan jati diri nya ke lembaga yang dia pimpin. 

Kekerasan Seksual Anak
Netty juga menyebutkan masyarakat kini menghadapi tantangan bersama untuk menekan kasus kekerasan terhadap anak yang tiap tahun terus meningkat. Mulai dari kekerasan seksual yang dilakukan sesama jenis, beda jenis, dan kasus kekerasan terhadap anak lainnya.

Dia juga menuturkan, perlu upaya lebih untuk melindungi anak-anak di Jabar dari penyimpangan seksual yang marak saat ini. Pelibatan institusi lain juga harus dilakukan untuk menekan penyimpangan seksual anak. Bahkan jika ditemukan perilaku tersebut di masyarakat, pihaknya akan melakukan pengembalian mental. 

“Kami akan berkoordinasi dengan Disdik dan Dinsos Jabar, FP3KB, memberikan hak yang akan diselenggarakan seperti akses kesehatan. Dan, kalau masih berusia sekolah hal belajar dan pengajarannya akan kami penuhi juga," tuturnya. 

Selain itu, menurut dia upaya menentang perilaku menyimpang ini perlu adanya upaya dan perhatian maksimal dari lingkungan orangtua atau keluarga. Pemerintah daerah juga harus turun tangan untuk mengantisipasi penyebaran potensi perilaku seksual menyimpang tersebut. Upaya yang bisa ditempuh, penyuluhan untuk mencegah gerakan LGBT dan pembekalan pengetahuan agama untuk membentengi anak. 
 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar