web analytics
Top banner bank bjb
Tak Simpan Dendam, Keluarga Korban Bom Surabaya Ingin Indonesia Damai
Oleh Faqih Rohman, pada 16 May, 2018 | 08:49 WIB
Tak Simpan Dendam, Keluarga Korban Bom Surabaya Ingin Indonesia Damai
Putri korban bom Surabaya, Melisa Saraswati, saat ditemui awak media di Rumah Duka Golden Gate, Cirebon, Selasa (15/5). (Faqih Rohman/ayobandung)

CIREBON, AYOBANDUNG.COM—Melisa Saraswati tak menyangka sang ibu harus berpulang akibat sebuah ledakan bom. Sang ibu, Fransisca Edi Handoko, diketahui tewas dalam serangan bom di Gereja Santa Maria, Ngagel, Surabaya pada akhir pekan lalu.

“Kami (keluarga) awalnya kaget dan tidak terima. Cuma mungkin ini sudah jalannya mama pergi seperti ini. Yang penting mama sekarang tenang,” kata Melisa dengan suara pilu dan sedih saat ditemui awak media di Rumah Duka Golden Gate, By Pass, Kota Cirebon, Selasa (15/5/2018).

Apa daya, kini yang bisa Melisa dan keluarga lakukan adalah melepas kepergian Fransisca dengan tenang. Bahkan, tak ada sedikit pun dendam yang ada di benak keluarga terhadap pelaku teror serangan bom. Bagi mereka, yang terpenting adalah bangsa dan negara Indonesia bisa damai. “Saya mau (Indonesia) damai aja,” katanya.

Fransisca meninggalkan tiga orang anak dan seorang suami. “Tidak ada firasat apapun menjelang kepergian mama,” kata Melisa.

Di mata keluarga, Fransisca merupakan sosok ibu panutan yang senantiasa memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anaknya. Fransisca juga dikenal sebagai pribadi yang selalu ceria, rajin, dan ulet. “Mama itu lampu. Kalau enggak ada mama, sekarang seolah redup,” kata Melisa.

Jenazah Fransisca tiba di rumah duka pada Selasa (15/5/2018) malam sekitar pukul 18.40 WIB. Rencananya pihak keluarga akan memakamkannya di Pemakaman Sasono Mulyo, Penggung, Kota Cirebon.

Fransisca menjadi korban bersama dengan sanak saudaranya Nagita Liem, yang dibawa oleh pihak keluarga untuk disemayamkan di Rumah Duka Oasis, Tangerang. Keduanya berada di Surabaya dalam rangka mengikuti pameran batik yang digelar di Grand City, Surabaya. Namun, takdir berkata lain, keduanya tewas karena terkena ledakan bom di Minggu kelabu.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait