web analytics
Top banner bank bjb
"Rindu" Siap Debat Putaran Kedua
Oleh Dadi Haryadi, pada 14 May, 2018 | 14:17 WIB
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum.

JALAN CIPAGANTI, AYOBANDUNG.COM--Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) tengah bersiap menghadapi debat Pilgub Jabar putaran kedua. Acara debat akan berlangsung di kampus Universitas Indonesia (UI) pada Senin (14/5/2018) malam.

"Kang Emil dan Uu sudah sangat siap. Kita ingin penampilan yang lebih baik," ujar Ketua Tim Pemenangan paslon Rindu, Saan Mustopa di kantor DPW Nasdem, Senin (14/5/2018).

Dia berharap paslon yang diusungnya akan lebih maksimal dari sisi artikulasi, penguasaan masalah, dan mampu memberikan solusi untuk kemajuan Jabar.

Lebih lanjut Saan menuturkan, debat putaran kedua punya arti sebagai ajang sosialisasi program paslon Rindu kepada para calon pemilih. Pasalnya, acara debat akan disiarkan secara langsung dua stasiun televisi nasional.

"Kami ingin debat putaran kedua bisa berdampak pada elektoral pasangan Rindu," katanya.

Menurutnya, penguasaan panggung Emil dan Uu pada debat pertama berhasil mengungguli kandidat lain. Diharapkan hal serupa bisa kembali terulang. Adapun kesalahan-kesalahan yang terjadi pada debat sebelumnya dipastikan tidak akan terulang di debat kedua.

"Insya Allah di debat kedua semua sudah siap. Tidak akan ada lagi kesalahan," ucap Saan.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menyatakan debat Pilgub Jabar putaran kedua yang semula akan digelar pada 11 Mei, diundur menjadi tanggal 14 Mei, di Universitas Indonesia, Depok.

"Acara debat Pilgub harus diundur karena tempatnya mau dipakai acara lain," ujar Ketua KPU Jabar, Yayat Hidayat beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan UI sebagai pemilik tempat pada tanggal 11 Mei tersebut akan menggelar tes penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.

Namun demikian, pemilik tempat tetap ingin agar debat tetap digelar di kampusnya, sehingga KPU Jabar bersama pihak stasiun televisi memutuskan pengunduran jadwal.

"Awalnya pihak TV keberatan, tapi setelah dikompromikan bersama akhirnya diputuskan digeser ke tanggal 14 Mei," jelasnya.

Menurutnya, sebanyak 18 panelis masih akan mewarnai debat dan bertugas menyusun berbagai pertanyaan yang harus dijawab oleh empat pasangan calon.

Yayat berharap, dalam debat kedua ini masing-masing pasangan calon dapat memaparkan secara rinci program-program yang bakal dilakukan jika terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur.

Dia menilai pada Pilgub pertama, seluruh pasangan calon masih belum bisa menajamkan mimpi-mimpi yang akan dilakukannya. Padahal, hal ini dinilai penting untuk memberikan pandangan kepada masyarakat, sosok yang dianggap ideal  memimpin Jabar dalam lima tahun ke depan.

"Harus terlihat berbeda agar masyarakat mudah memilih. Saya ingin ada penajaman visi dan misi," pungkasnya.

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait