web analytics
Top banner bank bjb
Menlu AS Anyar, Mike Pompeo yang Xenophobia dan Sentimen Terhadap Muslim
Oleh Asri Wuni Wulandari, pada 14 Mar, 2018 | 10:36 WIB
Menlu AS Anyar, Mike Pompeo yang Xenophobia dan Sentimen Terhadap Muslim
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. (Reuters)

BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM – Presiden AS, Donald Trump menunjuk Direktur CIA, Mike Pompeo sebagai menteri luar negeri anyar menggantikan Rex Tillerson.

Tillerson sering digambarkan sebagai seseorang yang tenang dari “tekanan damai”, sementara Trump selalu memilih keputusan yang terburu-buru, retorika bombastis, dan kebijakan kontroversial. Kedua orang ini – Tillerson dan Trump – banyak tak sepakat dalam sejumlah hal, termasuk soal nuklir Iran dan krisis Teluk. Sementara Pompeo, adalah sosok kontroversial yang juga dikenal xenophobia.

Sejak Januari 2017 lalu, Pompeo ditunjuk oleh Trump untuk duduk di kursi Direktur CIA. Kurang dari dua tahun, Pompeo kemudian ditunjuk menjadi Menteri Luar Negeri AS. Ya, Pompeo memang dikenal satu kepala dengan Trump.

Pria 54 tahun ini telah malang melintang di dunia politik. Menukil Al Jazeera, sebelum duduk sebagai Direktur CIA, Pompeo merupakan anggota Kongres untuk Tea Party Movement, sebuah gerakan ultra-konservatif dari Partai Republik.

Soal sikap, pilihan Pompeo ini tak bisa dilepaskan dari Trump. Salah satunya adalah sentimennya terhadap Islam.

Pada tahun 2013, dua bulan setelah pengeboman Maraton Boston, Pompeo menuduh pemimpin Muslim AS gagal mengutuk serangan ekstremis. Pernyataan ini terkait dengan kelanjutan dan dampak dari serangan 9/11. “Diam membuat para pemimpin Islam di seluruh AS berpotensi terlibat dalam tindakan ini,” ujarnya. 

Corey Saylor, mantan Direktur Dewan Hubungan American-Islamic Relations, yang memantau Islamofobia, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penunjukkan Pompeo merupakan kelanjutan dari kebijakan-kebijakan Trump yang kontroversial yang berkaitan dengan umat Muslim. Hal itu, kaya Saylor, bakal menambah kurangnya rasa hormat terhadap iman dan cara hidup mereka.

Mengutip Washington Post, sebagai anggota Kongres, Pompeo juga ikut mensponsori undang-undang melarang Muslim Brotherhood, sebuah organisasi Islam yang bermarkas di Mesir dan menjadikan kelompok tersebut ke dalam daftar teroris.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait