web analytics
Top banner bank bjb
372 Kolmas Kopi, Damainya Ngopi di Tengah Kebun Kopi
Oleh Fathia Uqim, pada 13 Mar, 2018 | 16:52 WIB
372 Kolmas Kopi, Damainya Ngopi di Tengah Kebun Kopi
Pengunjung saat bersantai di area amphitheater 372 Kolmas Kopi, Cipageran, Cimahi. (ayobandung/Fathia Uqim)

CIMAHI, AYOBANDUNG.COM – Warung yang ada di tengah kebun kopi ini menarik hati. Dalam bangunan yang terbuat dari kayu, beragam rasa varian kopi disajikan di sini. Warung kopi, mereka menyebutnya.

Jauh dari panas dan gersangnya jalanan tengan kota, warung kopi ini berada di pinggiran Bandung. Tepatnya di kawasan Buyut Cipageran, Jalan Kol Masturi, Cimahi. 372 Kolmas Kopi, namanya. Warung kopi yang satu ini merupakan cabang dari 372 Kopi yang berlokasi di Jalan Ir. H. Djuanda, Bandung.

Rumah-rumah yang terbuat dari kayu itu menghadirkan suasana layaknya rumah pohon. Sinar matahari masuk lewat dedaunan dan menyinari meja para peracik kopi.

Rasanya, damai. Apalagi jika kita turun dari gerai utamanya. Di bawah sana, ada banyak saung yang dinamakan “leuit”, yang diperuntukkan bagi pengunjung untuk berleha-leha. Tak hanya itu, ada juga hammock yang menggelantung dari kayu penyangga saung.

Selain leuit, ada juga panggung besar di sebelahnya. Di tengah panggung itu, ada pohon yang dibiarkan berdiri. Berjejer di depan panggung, tempat duduk dari kayu yang dibentuk menyerupai amphitheater.

Satu lagi wahana asyik nan damai di 372 Kolmas. Ada hanging seat alias tempat duduk gantung yang bisa melihat sekeliling kebun kopi ini. Sehingga, pengunjung bisa memilih lokasi duduk yang nyaman untuk merasakan keindahan ngopi di kebun kopi.

“Ketenangan 372 Kolmas adalah ciri khas yang tak bisa dibeli,” kata Representatif 372 Kolmas Kopi, Satrio Ibrajie saat disambangi ayobandung, Selasa (13/3/2018). Bahkan, ia menggoda, bahwa jika kamu sudah berada di Kolmas 372, maka badanmu bakal mager alias malas bergerak saking tenangnya tempat ini.

Meski berpusat di kawasan Dago, Bandung, yang hiruk pikuk, tapi 372 Kopi yang ada di Kol Masturi ini berbeda sekali. “Soalnya dikelilingi kebun kopi,” kata Rio menambahkan.

Rio mengajak saya (pewarta ayobandung) berkeliling seraya bercerita jika 372 Kolmas Kopi sengaja dibuat berbeda, begitu pula dengan sajian menunya. Jika di Dago hanya menjual kopi dan teh, 372 Kolmas Kopi menjual keduanya dilengkapi dengan minuman cokelat yang menggemaskan.

“Vietnam drip dengan biji kopi dari Puntang dan Gunung Halu jadi favorit. Kami pun punya andalan dari menu teh, Cascara Lemon. Jadi itu adalah teh dari kulit kopi yang dikeringkan,” tuturnya.

Beragam varian biji kopi ada di 372 Kolmas Kopi. Dari Sabang sampai Merauke, kata Rio. Ada biji kopi dari Aceh, Malabar, Java Preanger, Manglayang, Takengon, Puntang, hingga Flores. Memperkenalkan masing-masing biji kopi kepada para pengunjung adalah keseriusan 372 bahwa Indonesia memiliki segudang biji kopi terbaik.

Salah seorang pengunjung, Hadian Ahmad (44), mengaku senang dengan 372 Kolmas Kopi. Tak hanya sekali saja ia bertandang ke sini. Tapi, pegawai di lingkungan Pemerintahan Kota Cimahi ini kerap berkunjung untuk makan siang bersama teman-teman kantornya.

“Tempatnya bagus dan adem. Bahkan dari mulai  372 trial opening, saya sudah ke sini. Jadi sudah berkali-kali,” ujarnya.

Tak jauh berbeda, Riki Herdiansyah (33), teman sejawat Hadian, malah merasa jika kawasan Kampung Buyut Cipageran ini harus dilestarikan.

“Supaya anak-anak tahu dan mengenal alam. Karena kawasan Kampung Buyut Cipageran itu mengusung  konsep pilemburan.  Sehingga, tempat ini (372 Kolmas) jadi referensi wisata Kota Cimahi,” ucapnya.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait