web analytics
Top banner bank bjb
Sasar Pelajar Pelanggar. Dishub Kota Bandung dan Polisi akan Datangi Sekolah
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 13 Mar, 2018 | 16:36 WIB
Sasar Pelajar Pelanggar. Dishub Kota Bandung dan Polisi akan Datangi Sekolah
Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Anton Sunarwibowo, Kasalantas Polrestabes Bandung AKBP Agung Reza Pratidina, dan Kepala Bidang Perencanaan dan Pembinaan Transportasi Dishub Kota Bandung Asep Kuswara. (Eneng Reni/ayobandung)

WASTU KENCANA, AYOBANDUNG.COM -- Orangtua yang permisif dengan membiarkan anak yang belum waktunya mengendarai sepeda motor adalah bentuk kasih sayang yang salah. Oleh karenanya ketika disiplin tidak bisa dimulai dari rumah, maka sudah seharusnya sekolah sebagai lembaga pendidikan bisa menjadi  harapan yang sanggup memperbaiki kondisi memprihatinkan ini.

Sebagai contoh lain, ketika seorang pelajar berada di ruang publik atau berlalu lintas di jalan umum, maka peran koreksi pun siap dilaksanakan oleh para aparat berwajib sesuai tugas dan kewenangannya. Begitulah penuturan dari Sekretaris Dinas Perhubungan, Anton Sunarwibowo dalam kegiatan Bandung Menjawab, Selasa (13/3/2018).

Sebagai aparat yang bertanggung jawab membikin kewenangan, Dishub Kota Bandung kata Anton bakal menerapkan budaya disiplin ini dari tingkat sekolah. Lantaran, pihaknya mensinyalir berbagai kecelakaan lalu lintas yang melibatkan roda dua banyak terjadi kepada kalangan pelajar atau remaja yang notabene belum memiliki kesadaran mental dalam berkendara.

Oleh sebab itu, Anton menegaskan, Dishub Kota Bandung mengambil peran mendidik pelajar untuk taat terhadap rambu atau marka jalan di ruang publik dengan berbagai edukasi. Salah satunya sosialisasi dan pengecekan sekolah sebagai target operasi. 

Melalui program #DisiplinDimulaidariSekolah yang bakal berjalan mulai dari Senin (19/3/2018),  Dishub akan melakukan pengecekan ke tiap sekolah berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, tim satlantas Polrestabes Bandung, Jasaraharja, dan Relawan Komunitas Bandung Ecotransport.

Program #DisiplinDimulaidariSekolah digencarkan sebab, kata Anton, pihaknya menduga adanya pembiaran dari pihak sekolah kepada para siswanya yang membawa kendaraan. Mulai dari lemahnya pengawasan kepada siswa yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), sampai pembiaran orangtua untuk membawa motor ke lingkungan sekolah.

"Kalau memang di lingkungan pelarangan orangtuanya longgar, seharusnya sekolah lebih bisa menerapkan peraturan yang lebih ketat lagi. Bahkan jika perlu setiap siswa yang masuk ke sekolah yang membawa motor harus diperiksa kelengkapan suratnya," tegas Anton.

Dengan gerakan tersebut, Anton pun berharap pihaknya bisa menyadarkan sekolah maupun para orangtua bahwa pelanggaran lalu lintas terutama remaja sekolah yang menggunakan sepeda motor tanpa memiliki SIM atau cukup usia adalah tanggung jawab bersama. 

Selain itu pihaknya telah mempersiapkan tim gabungan yang akan mendata setiap sekolah yang menyediakan lahan parkir untuk para murid hingga yang secara langsung melegalkan siswanya membawa kendaraan.

Bersama Satlantas Polrestabes Bandung, Dishub setidaknya akan menyasar sekolah-sekolah dengan jumlah pelajar lebih dari 50 kendaraan sepeda motor untuk diperiksa kelengkapan surat-surat dan SIM. 

Pendataan ini pun dilakukan terhadap jenis pelanggaran parkir di lokasi
terlarang lainnya seperti di bawah rambu dilarang parkir, di trotoar, atau di badan jalan yang bukan peruntukkan parkir.

Dalam kesempatan yang sama, AKBP Agung Reza Pratidina, Kasalantas Polrestabes Bandung menyebutkan, dari penanganan kepolisian, pihaknya akan melakukan pengecekan kelengkapan, kelayakan, serta lahan parkir yang diperuntukan untuk siswa. Hal ini katanya untuk mengubah mental masyarakat.

Dari sisi keluarga pihaknya juga berharap, para orangtua bisa mengedepankan pendidikan kepada anak agar tidak memfasilitasi anak-anaknya untuk berkendaran tanpa kesiapan usia maupun kematangan mental berkendara. 

Reza juga menegaskan, jangan menjadikan perilaku lalai dalam berkendara ini sebagai hal biasa. Sekolah sebagai lembaga edukasi kata dia, diharapkan memberikan sisialisasi kepada siswanya dengan tidak memberikan fasilitas parkir.

"Kalau pun misal dari sisi keluarga longgar dengan masih dikasih fasilitas kendaraan tapi dalam hal ini sekolah bisa tegas menerapkan sistem yang ketat. Sebab, upaya pencegahan ini bukan tidak mungkin bisa menekan angka pelajar di bawah umur untuk tidak menggunakan motor ke sekolah dan ujungnya menekan angka kecelakaan fatal," tegas Reza.

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait