web analytics
Top banner bank bjb
Jual Senpi Rakitan via Online, Empat Perajin Senjata Cipacing Ditangkap
Oleh Mildan Abdalloh, pada 13 Mar, 2018 | 16:18 WIB
Jual Senpi Rakitan via Online, Empat Perajin Senjata Cipacing Ditangkap
Polisi memerlihatkan barang bukti dan tersangka kepemilikan dan memperjual belikan senjata api tanpa izin asal Cipacing Kabupaten Sumedang di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Selasa (13/3/2018). Petugas berhasil mengamankan 4 tersangka dengan barang bukti 14 pucuk senjata api, 350 butir amunisi dan 2 unit mesin bubut. (Irfan Alfaritsi/ayobandung)

SOEKARNO-HATTA, AYOBANDUNG.COM -- Empat orang perajin senjata asal Cipacing Kabupaten Sumedang diringkus Polda jabar karena melakukan perakitan dan penjualan senjata api ilegal.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan empat orang tersebut diringkus tim khusus subdit I Kemanan negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jabar beberapa hari lalu.

Menurutnya penangkapan tersebut atas kerja sama dengan Polda Gorontalo yang mendapat informasi akan adanya penjualan senpi ilegal di daerah hukumnya.

"Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata senjata api ilegal tersebut berasal dari Cipacing," tutur Agung, Selasa (13/3/2018).

Polisi kemudian melakukan penangkapan empat orang yang diduga melakukan penjualan senjata api rakitan tersebut, mereka adalah YG (37), EK (60), DD (37) dan UN (34).

"Mereka telah melakukan penjualan dan perakitan senpi sejak 2015. Senpi rakitannya dijual ke seluruh wilayah Indonesia," ujarnya.

Pelanggan yang memesan senpi rakitan tersebut kata Kapolda merupakan orang-orang yang berniat melakukan kejahatan dan kolektor.

Dirkrimum Polda Jabar Kombes Pol Umar Surya Pana mengatakan dari empat orang tersebut pihaknya menyita barang bukti berupa 14 pucuk senjata rakitan berjenis revolver, pistol dan senjata pena.

Dia mengungkapkan bahwa para tersangka menjual senpi rakitan melalui situs penjualan online dengan menggunakan kode-kode tertentu.

Senpi yang dirakit sebagian besar modifikasi dari air soft gun buatan rusia yang diubah sedemikian rupa.

"Proses modifikasi tidak memakan waktu lama, bahkan bisa ditunggu. Hanya butuh waktu satu setengah jam," ungkapnya.

Untuk setiap pucuk senjata, lanjut Umar dijual seharga antara Rp9 juta sampai Rp25 juta tergantung jenisnya.

Namun karena senjata rakitan, mereka hanya memproduksi senjata dengan peluru kaliber 22, peluru tersebut kata dia didatangkan dari Filipina mengingat di Indonesia kaliber tersebut sudah tidak diproduksi lagi.

"Jika senjata yang dibuat kalibernya lebih besar, maka dibuatkan semacam kondom," imbuhnya.

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait