web analytics
Top banner bank bjb
Puluhan Warga Baleendah Gotong Keranda Jenazah di Tengah Banjir
Oleh Hengky Sulaksono, pada 13 Mar, 2018 | 12:58 WIB
Puluhan Warga Baleendah Gotong Keranda Jenazah di Tengah Banjir
Warga bersama personil BPBD Kabupaten Bandung mengangkat keranda jenazah di Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Selasa (13/3). (ayobandung/Hengky Sulaksono)

BALEENDAH, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan warga Kampung Jambatan, RT 02, RW 09, Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, bersama personil Badan Penanggulanag Bencana Daerah mengangkut keranda salah seorang penduduk, Deden Hendra (51), yang meninggal akibat sakit.

Puluhan orang menerjang genangan banjir hingga setinggi pinggang orang dewasa sejak dari Masjid Al Hayu hingga mulut Jalan Andir-Katapang tempat mobil jenazah terparkir. Jarak antara masjid hingga mulut jalan mencapai 100 meter.

Pengangkutan jenazah tersebut merupakan bagian dari proses evakuasi yang dilakukan BPBD bersama warga. Proses evakuasi berlangsung sejak pukul 07.00 WIB, sementara keranda jenazah baru diangkut ke mobil ambulans pukul 10.45 WIB. 

"Jenazah sudah disalatkan dan dimandikan di masjid. Menunggu cukup lama karena harus mempersiapkan dulu liang lahat di TPU (Taman Pemakaman Umum) Sepen," kata salah seorang petugas evakuasi BPBD, Deni Ramdani.

Sebelum dibopong menggunakan keranda, jenazah Deden dievakuasi dari kediamannya menuju Masjid Al-Hayu memakai perahu karet. Para kerabat dan sanak saudara Deden terus berdatangan selama proses evakuasi berlangsung.

Informasi dari kerabat, Deden mengembuskan napas terakhirnya Selasa (13/3/2018) dini hari sekitar pukul 02.44 WIB. Dia meninggal di lantai dua rumah yang terbebas dari genangan. 

"Meninggalnya tadi malam. Dia sudah lama sakit, udah dari tiga tahun lalu sering keluar-masuk rumah sakit. Sakitnya komplikasi dari mulai darah tinggi, jantung, dan tumor di belakang jidat," kata salah seorang kerabat, Nanay Dedeh Rohidah (54).

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait