web analytics
Top banner bank bjb
Tanggul Jebol, Warga Cingised Minta Penanganan Cepat
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 09 Mar, 2018 | 16:18 WIB
Tanggul Jebol, Warga Cingised Minta Penanganan Cepat
Dua orang anak laki-laki beraktivitas di salah satu bangunan yang terendam banjir di Cingised, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (9/3). (ayobandung/Eneng Reni)

CISARANTEN, AYOBANDUNG.COM -- Permukiman warga di RW 04, Kelurahan Cisaranten Endah dan Cisaranten Kulon, Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung, masih terendam banjir hingga Jumat (9/3/2018) sore. Banjir bandang yang melanda ruas jalur alternatif utama wilayah Bandung Timur ini disebabkan oleh jebolnya tanggul Cironggeng atau Cisanggarung.

Banjir mulai terjadi sejak Kamis (8/3/2018) sekitar pukul 18.30 WIB. “Kita panit pas sudah salat Maghrib karena tanggung Cironggeng jebol. Air saat itu langsung masuk ke rumah-rumah warga,” ujar Lala Nurayani (43), seorang warga RT 01, RW 04, Cingised, Kecamatan Arcamanik, Bandung.

Banjir bandang itu melanda tiga RT di RW 04. Di antaranya RT 01, RT 02, dan RT 03. Tak hanya merendam rumah dengan air, bahkan sampah hingga lumpur pun masuk ke dalam rumah-rumah warga.

"Saya dari malam terus bersihin lumpur yang masuk. Enggak bisa tidur enggak bisa makan kalau situasinya kaya gini mah, sedih, panik campur aduk," kata Lala kepada ayobandung saat ditemui di lokasi banjir, Jumat (9/3/2018)

Senada, Atikah (74), yang rumahnya hanya berjarak tiga deret dari lokasi jebolnya tanggul pun tak bisa berbuat banyak atas bencana yang melanda. Rumah yang ditempatinya bersama anak dan cucunya harus terendam air dan tanah lumpur.

Atikah mengaku kesulitan untuk membersihkan rumahnya dari lumpur lantaran letak lantai rumahnya yang berada di bawah tingginya permukaan jalan.

"Saya mah udah pasrah barang-barang. Kasur, kursi, semua enggak bisa dipakai lagi. Paling yang buru-buru diamaninnya barang elektronik karena takut ada konslet," kata Atikah.

Atikah bergarap agar penanganan dari pemerintah bisa dilakukan secepat mungkin. Pasalnya, Atikah, mewakili seluruh warga yang terkena banjir, amat khawatir jika hujan deras terjadi lagi.

"Saya mah berharap ada evakuasi bencana secepat mungkin. Terutama buat tanggul dan rumah warga yang tekena bencana. Soalnya ini bencana kedua jebolnya tanggul. Yang dulu tidak separah seperti yang sekarang" ujar Atikah.

Sementara itu, Ketua RW 04, Gunawan, mengaakan jika saat banjir melanda, ketinggian air mencapai dada orang dewasa. Tanggul dengan panjang hampir 20 meter itu mengakibatkan 140 rumah terendam air dan lumpur pekat.

Tercatat ada 52 kepala keluarga di RT 01 yang menjadi korban, ditambah dengan 48 KK di RT 04, dan 40 KK di RT 03.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait