web analytics
Top banner bank bjb
Unik, Barista Ini Jualan Kopi Pake Motor Bebek 70
Oleh Mildan Abdalloh, pada 27 Feb, 2018 | 12:32 WIB
Unik, Barista Ini Jualan Kopi Pake Motor Bebek 70
Dudung SP tengah membuat racikan kopi pesanan pelanggannya. (Mildan Abdalloh/ayobandung)

GUDANG SELATAN, AYOBANDUNG.COM -- Saat ini, kopi sudah menjadi gaya hidup. Tidak heran jika banyak bermunculan kedai-kedai kopi di sudut-sudut kota, dari yang emperan sampai mempunyai konsep unik.

Namun kendala yang biasa dihadapi adalah kita harus mendatangi kedai untuk menikmati secangkir kopi yang dibuat oleh barista profesional. Tentu saja supaya kita bisa mendapatkan rasa kopi yang berkelas.

Namun bagi warga bandung, untuk menikmati secangkir kopi hasil buah tangan barista tidak harus pergi ke keda. Seorang pemuda asal Dago menawarkan suguhan kopi di mana pun. Pemesanannya juga cukup melalui pesan media sosial instagram.

Adalah Dudung SP yang menawarkan jasa pembuatan kopi dengan mendatangi pelanggannya.

Ditemui di kawasan jalan Gudang Selatan, Dudung mengatakan, dalam dua tahun ini dia menjalani bisnis penyuguhan kopi. Atas kepiawannnya dalam menyeduh si biji hitam dia sampai saat ini diendors oleh Armor Kopi.

"Awalnya saya biasa mangkal di Gasibu dengan konsep Koprod (Kopi Roda)," tutur Dudung.

Namun dalam satu bulan terakhir, pria asal Dago tersebut mengubah konsep penjualan kopinya, yakni mendatangi pelanggan.

Pada mulanya, dia hanya ingin memanfaatkan motor bebek 70 yang tidak terpakai. Motor kesayangannya tersebut disulap menjadi kedai kopi keliling, sebuah sespan dibuatnya dari kayu valet yang digunakan untuk membawa peralatan membuat kopi, seperti kompor, gelas, timbangan juga poci. Dia menamai kedai kopi kelilingnya dengan nama Ipok Aleuh.

"Saya memang senang naik motor juga, jadi sambil jalan-jalan," imbuhnya.

Untuk bisa menikmati kopi buatan Dudung, pelanggan hanya tinggal mengirimkan DM (pesan dalam instagram) melalui akun instagram @ipokaleuh atau instagram pribadinya @dudungsp. 

Biasanya, dia mendapat pesanan dari komunitas-komunitas yang sedang nongkrong, namun bukan berarti pesanan secangkir kopi tidak dilayani.

"Mau lima orang boleh, sepuluh orang bisa, satu orang juga tidak apa-apa," ucapnya.

Dalam satu hari, Dudung biasa mendapat 3-5 pesanan dari pelanggannya di seantero Kota Bandung. Untuk satu gelas kopi dia jual seharga Rp 10.000-Rp 15.000 tergantung banyak pesanan.

Bahkan beberpa waktu lalu, Dudung mengaku berjualan sampai ke Pantai Batukaras Kabupaten Pangandaran, tenu saja dengan menggunakan motor bebek 70 nya. Pada waktku itu dia mendampingi Ustad Hanan Attaki yang  sedang berdakwah di pantai tersebut.

Namun untuk saat ini Dudung hanya menjual kopi yang ditanamnya sendiri. Kopi berjenis riberika tersebut diberi nama kopi nangka. Menurutnya, kopi yang ditanamnya tersebut memang berada di sekitar pohon nangka, setiap 50 pohon kopi diselingi dua pohon nangka yang membuat aroma nangka cukup kental terasa dalam kopi suguhan Dudung.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait