web analytics
Top banner bank bjb
Polisi Incar Gratifikasi Pilkada Garut Sejak Bulan Lalu
Oleh Mildan Abdalloh, pada 26 Feb, 2018 | 10:04 WIB
Polisi Incar Gratifikasi Pilkada Garut Sejak Bulan Lalu
Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto (kedua dari kiri) menjelaskan kasus gratifikasi Pilbup Garut di Mapolda Jabar, Jln. Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (26/2/2018). (Mildan Abdalloh/ayobandung)

SOEKARNO-HATTA, AYOBANDUNG.COM -- Polda Jabar menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam dugaan gratifikasi Pilkada Kabupaten Garut 2018. Mereka adalah AS Komisioner KPU Garut, HHB (Ketua Panwaslu Kabupaten Garut) dan DW (LO pasangan bakal calon Soni Sondani-Usep Nurdin).

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, penangkapan tiga orang tersebut berawal dari informasi terkait adanya dugaan politik uang dalam tahapan Pilbup Garut.

"Informasi itu sudah ada sejak satu bulan lalu.  Tapi kami harus mengumpulkan bukti terlebih dahulu sebelum menangkap pelaku gratifikasi," tutur Agung  dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Senin (26/26/2018).

Polda Jabar melakukan pengumpulan alat bukti terlebih dahulu sebelum melakukan penangkapan. Dari hasil penyelidikan, didapat alat bukti berupa struk transfer melalui ATM kepada tersangka atas nama HHB sebesar Rp 10 juta yang kemudian dilakukan pengecekan bank terkait proses transfer tersebut.

"Selama dua pekan kami mengumpulkan bukti dan didapati transfer dari DW kepada HHB. Setelah dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan, ternyata ada gratifikasi juga kepada AS yang menjabat sebagai Komisioner KPU Garut," ungkapnya.

Saat ini, kasus tersebut sedang dalam proses pengembangan. Tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus dugaan gratifikasi Pilbup Garut tersebut.

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait