web analytics
Top banner bank bjb
GP Ansor dan Polrestabes Bandung Bersinergi Kawal Keamanan para Ulama
Oleh Eneng Reni Nuraisyah Jamil, pada 25 Feb, 2018 | 19:54 WIB
GP Ansor dan Polrestabes Bandung Bersinergi Kawal Keamanan para Ulama

BOJONG LOA, AYOBANDUNG.COM -- Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bandung, Aa Abdul Rozak menyambut baik komitmen dan sinergitas Polrestabes Kota Bandung terkait pengawalan terhadap keamanan para alim ulama yang ada di seluruh wilayah Kota Bandung.

Rozak menyebutkan, usai mendengar pemaparan kapolrestabes Kota Bandung, Kombes. Pol. Hendro Pandowo, pihaknya begitu mengapresiasi komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan para ulama Kota Bandung itu. 

"Ketika saya mendengarkan sambutan langsung dari Kapolrestabes, saya sangat mengapresiasi apa yang diutarakannya.  Bahkan dengan tegas Kapolrestabes siap menjadi garda terdepan dalam mengawal dan mengamankan ulama," ungkap Rozak, Minggu (25/2/2018).

Rozak pun berharap, kesigapan polrestabes Kota Bandung dan seluruh jajaran menjadi keseriusan dan langkah awal sebagai bentuk simbolisasi ucapan Kota bandung akan lebih kondusif dan aman. 

Sementara, selaku Ketua GP Ansor, Rozak menyebutkan,  dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh Ansor, GP anshor, dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) kecamatan se-Kota Bandung dalam rangka membentuk kinerja dan sinergitas bersama aparat kepolisian. 

"Kami siap membantu secara teknis untuk mengawal ulama-ulama daerah yang ada di kecamatan se-kota bandung," sambungnya.

Bahkan, Rozak mengaku secara pribadi telah berkomunikasi langsung dengan Kapolrestabes Kota Bandung dalam langkah dan upaya menindaklanjuti intruksi terkait pengamanan para ulama. Agar di kemudian hari tindakan penyerangan kepada para ahli agama ini tidak terlurang kembali khususnya di kota Bandung maupun Jawa Barat. 

"Saya berharap dengan kerja sama bersama aparat kepolisian dan diteruskan di tingkat Ansor kecamatan dan kelurahan bisa sama-sama bersinergi mengawal keamanan bersama polrestabes," katanya. 

Pasalnya, langkah pengamanan ini untuk memberikan rasa aman dan tenang kepada para ulama, kyai, maupun para ustaz saat tengah mendidik para umatnya. 

"Karena para ulama, kyai, dan ustaz ini adalah benteng negara dan sekolah bagi warga umat muslim terkait akhlak. Kalau ulamanya khawatir dan tidak tenang maka proses pendidikan akhlak dan proses pengajian akan terganggu," ujar Rozak. 
 

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait