web analytics
Top banner bank bjb
Kisah Bule Perancis yang Bikin Video Viral Pencemaran Citarum
Oleh Hengky Sulaksono, pada 22 Feb, 2018 | 19:17 WIB
Kisah Bule Perancis yang Bikin Video Viral Pencemaran Citarum
Dokumen Make A Change World

CISANTI, AYOBANDUNG.COM -- Pertengahan Agustus 2017 lalu, dua orang kakak beradik asal Prancis Gary Bencheghib (23) dan Sam Bencheghib (20) merilis video dokumenter pendek berjudul "The Most Polluted River in The World on Plastic Bottles Kayaks". Video tersebut mendapat sambutan dari publik dan dalam sekejap segera menjadi buah bibir atau viral. 

Video berdurasi pendek ini memotret situasi Sungai Citarum yang tercemar. Bencheghib bersaudara bahkan mendaulat Citarum sebagai sungai terkotor di dunia. 

Lantas, bagaimana kisah awal mula video dokumenter tersebut dibuat? Kepada wartawan, Gary yang ditemui di acara peresmian program Citarum Harum di Kilometer 0 Sungai Citarum, Situ Cisanti, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2018) menceritakan kisah di balik video tersebut.

Gary mengatakan, niat awal mengangkat persoalan Citarum bermula dari hasil googling tentang pelbagai sungai dengan tingkat pencemaran tinggi di dunia. Hasil pencarian, Gary menyimpulkan jika Citarum merupakan salah satu sungai terkotor.

"Saya lihat di Google sungai yang lebih kotor di dunia, nanti ada hasilnya, Sungai Citarum yang paling kotor," kata Gary menjawab pertabyaan wartawan soal awal mula cerita di balik pembuatan video menggunakan Bahasa Indonesia dan Inggris. 

Gary dan Sam lantas memutuskan untuk melakukan eksperimen menelusuri sungai dengan perahu kayak rakitan yang terbuat dari material botol plastik dan bambu. Gary mengatakan, jika perahu tersebut menggunakan sekitar 300 botol.

Kedua kakak beradik ini menyusuri Sungai Citarum sejak dari Majalaya, Kabupaten Bandung hingga Pantai Bahagia, Kabupaten Bekasi. Perjalanan tersebut memakan waktu berhari-hari. Selama perjalanan, Gary mendapati kondisi sungai sepanjang kurang lebih 300 kilometer tersebut dalam kondisi kotor. 

"Kotor banget. (Kotornya) seperti (banyak) plastik, air limbah dari industri banyak. Ada merah, ada biru, dan baunya sangat kuat. Satu bulan setengah saya infeksi di sini (kulit badan), karena saya jatuh ke sungai, gatal," katanya.

Sepanjang perjalanan, Gary mengabadikan sejumlah rekaman video di atas kayak. Selepas perjalanan rampung, potongan video yang berserakan lantas dibongkar pasang dan kemudian menghasilkan sebuah video dokumenter utuh tentang situasi Sungai Citarum. Video tersebut lantas dia unggah di laman Facebook.

"Dan lalu film di Facebook viral banget. Lebih dari tiga juta yang lihat. Dan dua minggu setelah itu (Direktur Pengelolaan Sampah) Kementerian Lingkungan Hidup, Pak Sudirman bilang mau bersihkan. Sekarang ada banyak momentum untuk membersihkan semuanya, sungai," ujar dia. 

Keberadaan video Gary yang mendadak viral langsung direspons pemerintah. Atas respons yang diberikan tersebut, pria yang saat ini menetap di New York dan Paris tersebut mengaku bersyukur. 

"Sangat luar biasa melihat semua kumpul bersama, luar biasa untuk dilihat dan kita bisa melihat semua hasilnya. Kemarin di Bojongsoang, sedimen sudah dilepas (dikeruk) dan kamu bisa lihat tidak ada lagi plastik."

Selain Citarum, dia mengaku pernah menyusuri Sungai Missisippi dan dua sungai lain di New York yang juga kotor. Namun dibandingkan ketiga sungai lain yang pernah dia telusuri, Gary menyimpulkan jika Citarum merupakan yang paling tercemar. Gary bahkan memberi poin 10 dari skala 1-10 tingkat kekotoran Sungai Citarum.

"(Poinnya) 10. Tapi sekarang mungkin ada harapan, ada harapan di masa depan, bikin perubahan, bikin bersih," ucap Gary. 

Tak cuma lumayan hobi menelusuri sungai, Gary juga terbilang sering merekam video dokumenter. Gary juga bisa dibilang punya tingkat kepedulian yang tinggi terhadap sampah. Gary pernah tinggal selama 10 tahun di Bali dan kerap menjadi relawan pemungut sampah yang mengotori pantai. 

"Saya tinggal di Bali selama sepuluh tahun. Ketika mau berselancar, ada banyak sampah di laut dan semua sampah 90% dari sungai. Jadi jika kamu bisa menghentikan sampah dan polusi dari sungai, maka semuanya akan menjadi lebih bagus," ujar Gary.

Dia juga mengajak kepada semua pihak untuk menjaga lingkungan dan membantu pemerintah dalam merehabilitasi kondisi Citarum. Salah satu cara yang paling sederhana ialah dengan tidak membuang sampah sembarangan. 

"Saya kira setiap orang harus melakukan sesuatu. Kalau tidak buang sampah di sembarangan, kamu bisa peduli, kamu dapat mengurangi plastik yang kamu gunakan. Merestorasi air karena air adalah kehidupan. Tanpa air kita tidak bisa hidup," kata dia. 


 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait