web analytics
Top banner bank bjb
Mengintip Deretan Warung Kopi di Jalan Kamojang
Oleh Fathia Uqim, pada 21 Feb, 2018 | 07:20 WIB
Mengintip Deretan Warung Kopi di Jalan Kamojang
Warung kopi di kawasan Kamojang milik Yana. (ayobandung/Fathia Uqim)

KAMOJANG, AYOBANDUNG.COM -- Di perbatasan antara Kabupaten Bandung dan Kabupaten Garut ada jalan yang sering dilalui para pelancong tujuan Kamojang. Coba perhatikan, di sepanjang jalan itu ada warung-warung yang senantiasa terbuka bagi pelancong yang ingin sekadar ngopi atau menikmati jagung bakar. 

Ada 18 warung yang berjajar di jalan yang termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Garut tersebut. "Dulu saya yang pertama mendirikan warung di sini. Ini tanah punya perhutani," ujar Yana, pemilik warung yang kerap disebut dongko kepada ayobandung, Selasa (20/2/2018).

Enam tahun lalu, Yana meminta izin kepada pihak perhutani supaya bisa menggunakan tanahnya untuk didirikan sebuah warung kopi. Perhutani memperbolehkannya. Tak lama kemudian, muncul pula orang-orang sekitar yang ingin berbisnis di atas tanah tersebut. 

"Karena banyak yang mau, kan, jadi mereka satu per satu izin ke perhutani,” katanya. Selayaknya inisiator, Yana kudu memberikan informasi-informasi teranyar soal kawasan tersebut kepada setiap pedagang yang ada di sana. Alhasil, Yana membuat semacam kelompok agribisnis khusus di kawasan tersebut.

"Waktu awal hanya dua warung, sekarang jadi banyak, total 18 warung. Ya, kalau persaingan mah, ya, gitu-gitu aja saya mah enggak ambil pusing. Jalan saja," ujar pria 48 tahun itu. 

Kawasan tersebut dikenal ramai setiap menjelang akhir pekan. Setiap penjaja kopi, jagung bakar, dan mi instan tersedia untuk orang-orang yang lewat, meski hanya untuk beristirahat.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait