web analytics
Top banner bank bjb
Ini Karya Inovasi Santri Madrasah Mu'allimin Persis Manba'ul Huda
Oleh Anggun Nindita Kenanga Putri, pada 21 Feb, 2018 | 19:04 WIB
Ini Karya Inovasi Santri Madrasah Mu'allimin Persis Manba'ul Huda
Teleskop dari pipa paralon karya santri Madrasah Mu'allimin Persatuan Islam (Persis) Manbaul Huda, Kota Bandung. (Anggun Nindita K Putri/ayobandung)

CIJAWURA GIRANG, AYOBANDUNG.COM -- Ujian tengah semester biasanya menjadi hal yang menakutkan bagi para siswa. Pasalnya dalam ujian semester atau yang sering disebut dengan mid tes, para siswa harus berkutat dengan banyaknya lembar kertas ujian.

Tapi berbeda halnya dengan yang terjadi di Madrasah Mu'allimin Persatuan Islam (Persis) Manba'ul Huda. Madrasah yang terletak di wilayah Cijawura Girang, KOta Bandung ini lebih banyak mengadopsi ujian praktik dalam mid tes. 

Sehingga penilaian hasil akhir ujian pun tidak memakai sistem tertulis. Nama programnya adalah PAKIS atau Presentasi Karya Inovasi Santri. 

Ujian praktiknya pun bukan lagi sekadar praktikum yang biasa dilakukan di laboratorium. Tapi di Madrasah Mu'allimin Manba'ul Huda ini, para santri diarahkan untuk membuat karya yang dapat memiliki nilai manfaat.

Seperti proyek pembuatan video tutorial yang dikemas dalam DVD. Bermacam video tutorial dibikin secara kreatif oleh para siswa.

Mulai dari tutorial murotal, video tentang langkah pengurusan jenazah, penjelasan tentang ahli waris, juga video yang berisi tentang motivasi. Menariknya video-video tutorial ini, dibikin dalam versi dua bahasa atau bilingual.

Para siswa juga memanfaatkan barang-barang bekas untuk didaur ulang. Salah satu barang daur ulang yang berhasil dibikin karya adalah sebuah teleskop yang terbuat dari pipa paralon.

"Bukan tanpa alasan kami memutuskan penilaian tengah semester dengan menggunakan ujian praktik. Hal ini semata biar menumbuhkan kreativitas dari para siswa," ujar Neni Santika selaku koordinator PAKIS di Madrasah Mualimin Manba'ul Huda, Rabu (21/2/2018).

Mid tes berbasis praktik ini sudah tahun kedua diadakan oleh Madrasah Mualimin Manba'ul Huda. Para santri pun, menurut Neni, lebih aktif saat diminta untuk mengerjakan proyek-proyek praktikum ini.

Para santri juga diajarkan membuat barang-barang untuk merchandise. Mulai dari gelas bermotif pop-art, gantungan kunci, hingga notebook. Merchandise ini juga sudah mulai diperkenalkan di pasaran saat ada event pendidikan di Arcamanik.

Untuk lebih mengasah kreativitas santri dalam hal menulis, Madrasah Mualimin Manba'ul Huda juga menyediakan fasilitas agar para siswa tertarik untuk belajar menulis. Hal ini tidak sia-sia lantaran ada salah satu santri di sini yang telah menelurkan sebuah buku.

"Namanya Salma Fifeeh. Dia sudah bikin satu buku. Sekarang anaknya sudah kuliah di Malaysia," tutur Neni.

Bulan depan, Madrasah Mualimin Persis Manba'ul Huda kembali mengadakan PAKIS untuk keempat kalinya. Dalam hal ini, pihaknya telah menentukan tema yang akan diangkat, yakni tentang spirit of Golden Age. Atau kebangkitan ilmuwan-ilmuwan atau penemu-penemu Islam pada masa lampau.

"Nanti anak-anak akan bikin prototype idenya dulu. Setelah itu disambungkan dengan tema besarnya yang terinspirasi dari penemuan oleh tokoh-tokoh Islam," ucapnya.


 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait