web analytics
Top banner bank bjb
Survei: Trump Presiden Terburuk AS
pada 20 Feb, 2018 | 11:33 WIB
Survei: Trump Presiden Terburuk AS
Donald Trump dan Barack Obama. (reuters)

NEW YORK, AYOBANDUNG.COM -- Presiden ke-45 Amerika Serikat yaitu Donald Trump adalah presiden terburuk dalam sejarah negeri Paman Sam. Demikian hasil survei yang dilakukan oleh seorang profesor di bidang Ilmu Politik Universitas Houston Brandon Rottinghaus bersama rekannya Justin S. Vaughn seorang lektor Ilmu Politik dan Direktur Pusat Studi Politik dan Sejarah Universitas Negeri Boise. Hasil survei tersebut diterbitkan di New York Times pada Senin (20/2). 

Trump menduduki posisi paling buncit yaitu urutan ke-44. Sedangkan pendahulunya Barack Obama berada di urutan 10. Obama naik delapan peringkat dari survei terdahulu yang dilakukan pada 2014. Penurunan paling drastis dialami Bill Clinton yang melorot dari urutan 5 ke 13.  

Sementara urutan pertama diduduki Abraham Lincoln. 

Rottinghaus dan Vaughn menjelaskan posisi Trump kemungkinan besar masih bisa naik tergantung pada kebijakannya selama ia menjabat sebagai orang nomor 1 di AS tersebut. 
Survei dilakukan terhadap 170 responden yang merupakan anggota dari Asosiasi Presiden Ilmu Politik Amerika. 

Sejak memerintah pada 20 Januari 2017, Trump tidak lepas dari kontroversi. Akhir tahun lalu, Trump membikin geger dunia. Ia mengakui Yerusalem sebagai ibu kota negara Israel. Bahkan, ia juga menyatakan akan memulai proses pemindahan kedutaan besar AS dari Tel Aviv menuju Yerusalem. 

Pernyataannya itu membuat geger dunia dan berang sejumlah negera mayoritas berpenduduk Islam.

Selain itu perang urat syarafnya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sempat membuat tensi di Semenanjung Korea memanas.

Kasus lainnya jelang 100 hari pertamanya Trump digoyang isu pemakzulan. Alasannya, pemecatan direktur FBI James Comey yang dilakukan oleh Trump adalah tindakan yang merusak hukum dan melanggar konstitusi. Kasus tersebut diangkat seorang anggota Kongres dari partai Demokrat Texas, Al Green.

Pada suatu jejak pendapat yang dilakukan Public Policy Polling bentukan Demokrat, 48% menyatakan mendukung pemakzulan Trump. Sementara 41% menyatakan tidak setuju. 

Jejak pendapat lainnya menyatakan sebagian besar warga AS mulai tidak senang dengan Trump. Survei yang dilakukan oleh Gallup pada 12 dan 14 Mei menyatakan 57% warga AS tidak senang dengan kinerja Trump. 

Dari survei yang sama, menunjukkan 38% setuju dengan keputusan Trump memecat Comey dan 48% lainnya menolak keputusan tersebut.

Data lainnya, sedikitnya 12 anggota Kongres Partai Demokrat sudah mengusulkan pemakzulan Trump sejak ia diambil sumpahnya padas 20 Januari lalu.

Kasus terbaru Trump adalah rumor skandal seksnya bersama eks film porno Stormy Daniels yang dilakukan pada tahun 2006. Untuk "mengubur" berita negatif tersebut, pengacara pribadi Trumo mengaku bahwa dia membayar Daniels sebesar US$130.000 atau setara Rp1,7 miliar agar tidak mengakui perbuatannya. 

Source: USAToday/New York Times

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait