web analytics
Top banner bank bjb
Misi Penyelamatan Lingkungan Qahwah Black Coffee
Oleh Fathia Uqim, pada 19 Feb, 2018 | 06:27 WIB
Misi Penyelamatan Lingkungan Qahwah Black Coffee
Petani kopi Qahwah Black Coffee. (ayobandung/Fathia Uqim)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM – Bukan cuma membina para petani kopi, Hadipras (38), sang pendiri Qahwah Black Coffee, punya misi lain dalam membangun citra dirinya sebagai petani. Sebagian hasil penjualan kopi disisihkannya untuk pengelolaan sampah.

Qahwah Black Coffe memiliki sejenis pengelolaan bank sampah. Mereka membina warga pedesaan di sekitar kaki Gunung Manglayang, Bandung – tempat Qahwah menyemai biji kopi -- untuk mau mengelola sampah.

“Sampah dikumpulkan, ditabung selama tiga bulan. Kalau sudah terkumpul, baru nanti bisa cair uangnya,” ujar Hadipras (38), pendiri Qahwah Black Coffee kepada ayobandung, Minggu (18/2/2018).

Warga bisa mengambil uangnya dalam waktu yang lebih cepat jika tabungan sampahnya terkumpul banyak. Sekitar 44 anggota kelompok tani mengikuti program ini. Selain memberdayakan masyarakat, sistema tabungan sampah ini menyimpan misi penyelematan lingkungan.

Qahwah Black Coffee merupakan merek kopi yang dibuat Hadipras dalam mengedukasi petani kopi sejak empat tahun lalu. Tujuannya, agar para petani menjadi berdikari.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait