web analytics
Top banner bank bjb
Jalan Soreang-Ciwidey Licin, Kecelakaan Terjadi Puluhan Kali
Oleh Hengky Sulaksono, pada 19 Feb, 2018 | 21:37 WIB
Jalan Soreang-Ciwidey Licin, Kecelakaan Terjadi Puluhan Kali
Kondisi Jalan Soreang-Ciwidey yang dilaporkan kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. (Hengky Sulaksono/ayobandung)

PASIRJAMBU, AYOBANDUNG.COM -- Puluhan warga yang melintas di kawasan Jalan Soreang-Ciwidey dilaporkan kerap menjadi korban kecelakaan lalu lintas.

Situasi jalan yang licin dan menyempit akibat pengerjaan sistem penyaluran air minum Gambung, diduga menjadi penyebab masifnya kecelakaan.

Kepala Desa Cukanggenteng, Hilman Yusuf mengaku sudah mendapat sekitar 20 laporan kecelakaan sejak proyek galian pipa dikerjakan. Dari seluruh kejadian tersebut, Hilman mengaku sempat menjadi korban.

"Saya jadi salah satu korban. Situasi jalan licin, banyak tanah yang masuk ke jalan membuat jalan rawan kecelakaan," kata Hilman selepas melakukan pertemuan dengan pihak kontraktor proyek, PT. Minarta Utama, Senin (19/2/2018) sore.

Dalam pertemuan tersebut, aparat desa, tokoh warga, kepolisian, dan kontraktor berembuk membahas pelbagai persoalan dan keluhan warga terhadap pengerjaan proyek.

Salah satu persoalan yang dibahas ialah pertanggung jawaban pihak kontraktor setelah salah satu korban kecelakaan di ruas Jalan Ciwidey-Soreang, Nono Suharno (38) meninggal.

Warga menuding, kecelakaan disebabkan situasi jalan licin dan menyempit di sejumlah titik pengerjaan proyek. Minimnya rambu-rambu tanda penggalian tanah dan sedikitnya petugas jaga yang mengatur lalu lintas juga dinilai memperburuk keadaan.

Kepala Kepolisian Sektor Pasirjambu, AKP Septa Firmansyah mengatakan, pihaknya telah banyak menerima laporan kecelakaan sejak pengerjaan proyek dimulai. Laporan terbanyak di antaranya berasal dari warga Desa Mekarsari dan Cukanggenteng.

"Ada suatu aturan yang dilewati yaitu analisa dampak lalu lintas. Dia tidak dilaksanakan ataupun memang tidak dibuat," kata Septa kepada wartawan.

Pihak kepolisian juga mengimbau kepada pihak perusahaan agar segera melibatkan polisi untuk melengkapi aturan-aturan standar operasional prosedur yang sudah ditentukan.

Dia juga menemukan adanya indikasi pelanggaran dalam kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa Nono. 

"Yang jelas kalau adanya kecelakaan ini, tentunya ada aturan yang dilanggar," sebut Septa.

Septa menyatakan, terjadi kesalahan prosedur galian dalam proyek Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Raharja. 

"Analisa saya, ini kesalahan prosedur perusahaan karena disebabkan oleh galian," sebutnya.

Beberapa indikasi pelanggaran AMDAL lalu lintas yang ditemukan, lanjut Septa, salah satunya berupa galian di tikungan jalan yang tidak dilakukan menggunakan mesin bor. Kondisi itu membuat arus lalu lintas kerap tersendat. Hal lain, Septa juga menilai rambu-rambu peringatan di sepanjang proyek galian terbilang sangat kurang.

Kepala Proyek SPAM Gambung PT. Minarta, Darmansyah menjelaskan, kontraktor siap menyepakati hasil musyawarah dengan warga. 

"Untuk sememtara ini, semua kesepakatan kami terima dan sekarang lagi diproses," ucap Darmansyah.

Beberapa hasil musyawarah yang disepakati antara lain keberlanjutan proses hukum dugaan kelalaian pihak perusahaan yang mengakibatkan kematian dan penghentian sementara proyek galian di Desa Cukanggenteng. Selanjutnya seluruh persyaratan dan standar operasional prosedur dipenuhi.

"Kita evaluasi semua kekurangan-kekuranagn karena semua yang kita lengkapi itu kekurangan. Tapi, ya, kita kerja sama juga kekurangan seperti apa. Nanti kita koordinasi juga dengan pihak polsek koordinasi dengan pihak polres," ujarnya.

Terkait dugaan pelanggaran prosedur AMDAL lalu lintas, Darmasyah membantahnya.

"Tidak mungkin kalau itu. Karena di mana-mana yang namanya ada kontrak itu semua udah jelas," tegasnya. 

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait