web analytics
Top banner bank bjb
Dalam Tiga Tahun Harta Bupati Imas Menurun Drastis
Oleh Mildan Abdalloh, pada 14 Feb, 2018 | 19:53 WIB
Dalam Tiga Tahun Harta Bupati Imas Menurun Drastis
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)
BUAHBATU, AYOBANDUNG.COM -- Penangkapan Bupati Subang, Imas Aryumningsih dalam operasi tangkap tangan atau OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada Rabu (14/2/2018) dini hari cukup mengejutkan. Bagaimana tidak, dia baru saja melakukan pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pemilihan Kepala Daerah setempat.
 
Imas berpasangan dengan Sutarno mendapatkan nomor urut dua dalam Pilbup Subang. Mereka akan bertarung untuk kembali mempertahankan kursi orang nomor satu dengan dua pasangan lain yakni Ruhimat-Agus Masykur yang mendapat nomor urut satu dan pasangan Dedi J-Budi Setiadi yang mendapat nomor urut tiga.
 
Terlepas baru saja mendapat nomor urut tengah, namun KPK menangkapnya dalam OTT dini hari. KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji terkait perizinan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Subang. Namun, terlepas dari masalah tersebut, ternyata harta kekayaan Imas menurun drastis dalam tiga tahun terakhir.
 
Hal tersebut sesuai dengan penelusuran ayobandung melalui Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) hasil audit KPK dalam beberapa tahun terakhir. Imas diketahui telah melaporkan harta kekayaannya sebanyak enam kali, termasuk untuk kepentingan syarat calon bupati dalam Pilbup Subang 2018.
 
Berdasarkan LHKPN KPK pada 23 Maret 2003, hasil audit KPK ketika Imas mendaftarkan diri untuk kebutuhan pencalonan Bupati Subang mencatatkan harta kekayaannya sebesar Rp16.073.000.000. Sebagai catatan, dia pada waktu itu juga menjabat sebagai anggota DPRD Subang.
 
Namun dua tahun berselang, yakni pada 2008 kekayaannya melonjak drastis menjadi Rp45.691.109.900. Hartanya diketahui bertambah beberapa miliar pada 2013 yang mencapai Rp57.786.490.900. Ketika itu dia menjadi calon Wakil Bupati Subang.
 
Sukses menjadi wakil bupati, Imas kembali melaporkan harta kekayaannya. Pada 2014, harta kekayaannya bertambah ratusan juta rupiah dengan total harta Rp57.907.339.338. Namun dua tahun kemudian, harta Imas justru mengalami penurunan beberapa miliar. Berdasarkan LHKPN KPK tahun 2016 hartanya hanya senilai Rp50.954.748.338.
 
Pada tahun ini, Imas memang mencalonkan diri kembali sebagai Bupati Subang. Sudah menjadi keharusan bagi calon kepala daerah untuk melaporkan harta kekayaannya kepada KPK. Justru di saat dia terkena OTT KPK, diketahui jika harta kekayaannya menurun drastis, tidak lagi puluhan miliar. Dari penelusuran situs KPK Imas hanya mempunyai harta di bawah satu miliar atau tepatnya Rp273.140.221 saja.
 
Belum diketahui ke mana harta kekayaan Imas tersebut menghilang. Padahal pada 2016 lalu hartanya lebih dari Rp50 miliar.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait