web analytics
Top banner bank bjb
Mereka yang Tidak Berisik dalam Memberikan Dukungan
Oleh Mildan Abdalloh, pada Feb 14, 2018 | 05:25 WIB
Mereka yang Tidak Berisik dalam Memberikan Dukungan

ARCAMANIK, AYOBANDUNG.COM -- Riuh sorak antarpendukung sahut menyahut selama prosesi pengundian nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat 2018-2023 di GOR Arcamanik Kota Bandung, Selasa (13/2/2018) malam.

Seolah tidak mau kalah masing-masing pendukung salah satu pasangan calon tak henti-hentinya bersorak. Ada yang meneriakan menang, bernyanyi atau meneriakan yel yel sesuai dengan jargonnya masing-masing.

Di antara riuhnya para pemandu sorak dengan teriakan memekikan telinga, ada satu baris orang yang hanya duduk santai dengan pandangan lurus kedepan. Tanpa suara gaduh sama sekali, sesekali mereka bertatap pandang dengan teman di sebelahnya untuk melambaikan tangan.

Pada bagian depan barisan, seorang laki-laki diatas kursi duduk menghadap barisan orang-orang tersebut. Tangannya sibuk bergerak tanpa komat-kamit.

Sesekali dia meraih botol air meneral yang berada di bawah kursi, hanya seteguk dua teguk air melintasi tenggorokannya, bukan untuk membahasi tenggorokan, tapi untuk melepas lelah saja yang hanya dilakukan ketika orang-orang diatas panggung berhenti berbicara.

Ya, dia adalah seorang penerjemah bagi disabilitas rungu dan wicara yang menerjemahkan kata demi kata orang-orang diatas panggung selama prosesi pengundian nomor urut.

Pada Pilgub 2018 ini KPU Jawa Barat memang berniat menjadikan sebagai pemilu akses yang berarti bisa diakses oleh semua orang, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas.

Dalam prosesi pengundian nomor urut tersebut, KPU Jawa Barat memang sengaja mengundang para disabilitas, mereka ditempatkan pada bagian belakang ruang VIP yang terpisah dengan pendukung pasangan calon yang berada di tribun atas.

"Kami memang sengaja mengundang mereka (Disabilitas) untuk bisa mengikuti prosesi pengundian nomor urut," kata Ketua KPU Jawa Barat Yayat Hidayat.

Seorang ahli bahasa isyarat dihadirkan untuk menterjemahkan percakapan orang-orang yang berada di panggung kata demi kata. Yayat berharap terjadi pendidikan politik bagi disabilitas dalam Pilgub Jabar 2018 ini, mengingat selama ini angka partisipasi mereka masih rendah.

Walaupun berada di bagian paling belakang, namun puluhan disabilitas tersebut tampak serius mengikuti seluruh rangkaian proses pengundian Paslon Pilgub Jabar. Bahkan mereka mungkin merupakan salah satu pendukung pasangan calon yang bertarung, namun tidak berisik dalam memberikan dukungannya.

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait