web analytics
Top banner bank bjb
Warga Majalaya Belasan Tahun Gunakan Air Tercemar Citarum
Oleh Hengky Sulaksono, pada 14 Feb, 2018 | 17:53 WIB
Warga Majalaya Belasan Tahun Gunakan Air Tercemar Citarum
Ilustrasi -- Daerah aliran Sungai Citarum. (ayobandung/Hengky Sulaksono)

MAJALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Warga Kampung Ciwalengke, RT 02, RW 10, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung terpaksa menggunakan air tercemar yang berasal dari anak Sungai Citarum untuk keperluan sehari-hari selama belasan tahun.

Ketua RT 02, Tatan (42) mengatakan, kondisi tersebut terjadi lantaran warga tak memiliki sumber air bersih. Air dari sumur-sumur warga yang ada di RW 10 sebagian berwarna kuning dan berminyak sehingga tak laik konsumsi.

"Kalau mau dapat air bersih di sini susah. Terpaksa warga memakai air dari (anak) Sungai (Citarum)," kata Tatan kepada wartawan, Rabu (14/2/2018). Air sumur yang dimiliki warga, ujar Tatan, juga bersumber dari anak sungai yang sama.

Kondisi anak sungai tercemar oleh limbah dan sampah buangan dari pelbagai tempat. Warga menggunakan air tersebut untuk pelbagai keperluan seperti mencuci pakaian, perabotan rumah tangga, dan aktivitas kakus. Untuk kebutuhan konsumsi air minum, warga terpaksa mengeluarkan uang lebih untuk membeli air isi ulang.

"Warga menggunakan air dari sungai sebagai sumber utama sudah sejak dulu. Kondisinya masih bersih bahkan bisa untuk mencuci beras. Tapi tahun 80-an sudah kotor karena limbah dan sampah rumah tangga," katanya.

Upaya memberikan fasilitas air bersih di masyarakat Kampung Ciwalengke terus dilakukan oleh berbagai instansi. Salah satunya, Komando Daerah Militer III Siliwangi memberikan bantuan berupa alat penjernih air kotor disertai bak penampungan air.

Panglima Kodam III Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Doni Monardo melalui Komandan Distrik Militer 0609 Kabupaten Bandung Letnan Kolonel Antonius Andre Wira Kurniawan mengatakan, pemberian alat penjernih air kepada warga itu dilakukan setelah mendapat keluhan warga yang mengaku kesulitan memperoleh air bersih.

"Masyarakat pada saat menghadap beliau (Pangdam) menyampaikan, mereka kesulitan air bersih. Sekarang kami serahkan langsung kepada masyarakat," kata Antonius kepada wartawan.

Saluran air yang didatangkan dari Belanda tersebut bisa membuat air yang berasal dari anak Sungai Citarum menjadi bersih dan bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

Cara kerja secara teknis, air sungai disedot menggunakan mesin air dialirkan ke bak penampungan dengan kedalaman 1,5 meter. Kemudian, air tersebut mengalir ke bak berikutnya yang sudah dilengkapi arang dan ijuk agar lebih tersaring. Air lantas dialirkan ke alat penjernih air tersebut. Total bak penampungan berukuran 2x3 meter persegi.

Selepas melalui beberapa tahap penyaringan, warga tinggal memompa alat tersebut untuk mengeluarkan air berwarna bening. Air tersebut bisa langsung digunakan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait