web analytics
Top banner bank bjb
Tiga Lampu Merah di Bandung yang Merenggut Masa Muda
Oleh Arfian Jamul Jawaami, pada Feb 14, 2018 | 11:51 WIB
Tiga Lampu Merah di Bandung yang Merenggut Masa Muda
Traffic light di perempatan jalan Soekarno Hatta-Ibrahim Adjie (Kiara Condong). (google map)

LEUWI PANJANG, AYOBANDUNG.COM -- Hidup akan terasa berjalan begitu lambat ketika kamu melewati tiga traffic light paling lama di Bandung. Persimpangan lampu merah yang membuat masa muda kamu terasa terenggut. Berlebihan? Bisa jadi..

Bahkan waktu tunggu hingga lampu hijau menyala bisa mencapai durasi lima menit atau 300 detik.

Bukan tanpa alasan ketika Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menetapkan durasi waktu yang begitu lama pada beberapa traffic light. Padatnya volume kendaraan yang melintas jadi salah satu alasan paling paripurna.

"Lamanya lampu merah berdasarkan pada kebutuhan dari kaki persimpangan yang menjadikan waktu siklusnya. Karena kebutuhan setiap kaki persimpangan berbeda sesuai volume kendaraan yang melintas," ujar Kasi Manajemen Transportasi Dinas Perhubungan Kota Bandung, Sultoni kepada ayobandung, Rabu (14/2/2018).

Artinya, Dishub memiliki rencana dan pertimbangan yang berbeda di setiap traffic light. Pertimbangan serupa turut dilakukan menurut waktu sibuknya lalu lintas. 

Sedikitnya ada tiga pengaturan waktu yang terjadi dalam satu hari yakni pagi, siang dan sore. Ketika pagi, dimana banyak masyarakat Bandung Raya melakukan perjalanan menuju kantor atau sekolah, durasi lampu hijau akan terasa lebih lama terutama bagi perjalanan dari timur ke barat.

Sementara di waktu siang dan sore, ketika banyak masyarakat melakukan perjalanan pulang, hal sebaliknya terjadi. Karena nyala lampu hijau akan lebih lama terutama bagi perjalanan dari barat dan timur.

Tentu hal tersebut disesuaikan dengan keberadaan dari pusat perkantoran dan pemukiman. Namun, jika terjadi kondisi darurat maka petugas kepolisian diberi kehendak untuk mengatur arus lalu lintas secara manual tanpa bantuan traffic light.

Terlepas dari hal tersebut, nyatanya durasi lampu merah yang terlampau lama kadang menyebabkan kemacetan panjang. Untuk itu ayobandung merangkum tiga traffic light di Kota Bandung dengan durasi lampu merah terlama.

1. Traffic Light Soekarno Hatta - Kiaracondong
Ragam julukan disematkan warga Bandung pada traffic light yang berada di antara Jalan Soekarno Hatta dan Kiaracondong. Ada yang mengatakan sebagai "lampu merah terlama di dunia" hingga "lampu merah dua kali lebaran".

Bahkan beberapa kali ayobandung mendapati penjual makanan yang berani menjajakan gerobak dagangannya di tengah zebra cross. Hal tersebut nyatanya ditanggapi baik oleh beberapa pengendara yang memilih berhenti sejenak untuk membeli makanan. 

Wajar, karena persimpangan yang mempertemukan tiga jalan tersebut memiliki siklus optimal estimasi waktu mencapai empat hingga lima menit, tergantung dari volume kendaraan yang ada.

Maka disarankan untuk sejenak membiarkan kendaraan bersandar seraya melakukan sedikit peregangan atau sekadar membalas pesan singkat kekasih. Karena semua itu akan sangat realistis dilakukan.  

2. Traffic Light Dago - Dipatiukur
Ketika datang dari arah Jalan Dipatiukur, maka kamu akan mendapati durasi lampu merah selama kurang lebih 200 detik. Sementara lampu hijau yang dinanti hanya akan menyala sekitar 30 detik. 

Itulah fenomena yang terjadi di traffic light antara Jalan Dipatiukur dan sekitaran Dago. Hal tersebut terjadi lantaran volume kendaraan yang berasal dari arah Dago dan Jalan Siliwangi dinilai lebih padat. Sehingga pengendara yang datang dari arah Jalan Dipatiukur di mohon untuk bersabar. 

3. Traffic Light Soekarno Hatta - Tol Pasir Koja
Jalan Soekarno Hatta memang memiliki banyak persimpangan. Wajar, karena jalan terpanjang di Bandung tersebut menghubungkan banyak wilayah sentral yang terbentang panjang dari bagian barat hingga timur Kota Kembang.

Salah satu persimpangan yang paling sibuk adalah traffic light menuju gerbang tol Pasir Koja. Beberapa kali siklus optimal dari durasi waktu lampu merahnya dapat mencapai 120 menit atau tiga menit.

Berbeda dengan traffic light antara Dago dan Dipatiukur yang memiliki suasana perkotaan lantaran menjadi kawasan kampus pendidikan. Menunggu di persimpangan Pasir Koja akan terasa membosankan karena hanya dihiasi kendaraan besar, debu dan toko besi yang berjajar.  

Editor: Andres Fatubun

Middle banner pos
Artikel Terkait