web analytics
Top banner bank bjb
Sopir Bus Terancam Jadi Tersangka Kecelakaan Tanjakan Emen
Oleh Mildan Abdalloh, pada 11 Feb, 2018 | 15:58 WIB
Sopir Bus Terancam Jadi Tersangka Kecelakaan Tanjakan Emen
Situasi lalu lintas terkini di sekitar Tanjakan Emen, Kabupaten Subang, Minggu (11/2). (ayobandung/Mildan Abdalloh)

CIATER, AYOBANDUNG.COM – Sopir bus terancam ditetapkan jadi tersangka atas kecelakaan maut yang meregang 27 nyawa di Tanjakan Emen, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Sabtu (10/2/2018).

Kasbubdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Komisaris Besar Polisi Joko Rudi mengatakan, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari saksi,  kecelakaan maut di tanjakan Emen tersebut untuk sementara ini diduga karena lepas kendali kendaraan.

Kecelakaan tersebut, kata Joko, diawali oleh kelalaian sopir. Lepas kendali saat berkendara dikategorikan sebagai kelalaian dalam lalulintas. Sementara dalam KUHP dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, kelalaian dikategorikan sebagai tindak pidana. “Siapa yang melanggar, untuk sementara ini pemegang kunci kendaraan, sopir bus,” ujar Joko di sela-sela olah TKP, Minggu (11/2/2018).

Kendati demikian, pihak kepolisian masih terus melakukan penelitian penyebab utama kecelakaan maut tersebut. Oleh sebab itu, pihaknya melakukan olah TKP dengan menggunakan peralatan canggih. Hasil olah TKP tersebut akan menjadi bukti dalam persidangan. 

"Lepas kendali bisa saja disebabkan oleh sopir,  kondisi jalan, beban berlebih,  cuaca, dan penyebab lainnya,  ini yang sedang kami dalami," ujarnya. 

Berdasarkan pengamatan sementara, beban berlebih tidak bisa dijadikan alasan dalam kejadian tersebut. Soalnya, jumlah penumpang tidak melebihi kapasistas kursi.  Joko menyebutkan, bus tersebut mengangkut penumpang sebanyak 52 orang, semenatara kapasitas bus adalah 54 kursi. 

Sopir sendiri telah berupaya melakukan pengereman. Hal tersebut berdasarkan bukti adanya bekas gesekan ban dengan aspal sebelum kecelakaan terjadi.  Namun, polisi masih melakukan penghitungan jarak dan waktu pengereman, apakah sudah sesuai atau belum. 

Tanjakan Emen sendiri merupakan jalur rawan terjadinya kegagalan pengereman karena mempunyai turunan curam dan panjang. 

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait