web analytics
Top banner bank bjb
Teknik Menjawab Pertanyaan Teman Kantor yang Kepo
pada 18 Jan, 2018 | 15:51 WIB
Teknik Menjawab Pertanyaan Teman Kantor yang Kepo
Ilustrasi. (Pixabay/Public Domain Archive)

TURANGGA, AYOBANDUNG.COM – Hal yang paling mengganggu di lingkungan kantor adalah ketika teman-teman satu kantormu terus bertanya soal hal-hal pribadi alias KEPO. Bukan bermaksud menjadi sombong, tapi tempat kerja bukanlah keluarga.

Bahkan, beberapa dari kamu juga mungkin merasa jika tak semua hal perlu diketahui semua orang, termasuk keluargamu, dan, apalagi rekan kerja.

Namun, itu bisa jadi aneh karena banyak orang mencari kenyamanan di kantor dengan sahabat-sahabat baru yang bisa jadi tempat mereka berbagi cerita. Artinya, kamu harus pandai menyesuaikan diri dengan budaya berbagi. Yah, setidaknya dengan sikap dan cara membalas pertanyaan-pertanyaan kepo teman kantormu.

Ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan kepo teman kantormu itu. Berikut diambil dari The Cut :

 

# Tetap sopan dan alihkan pembicaraan

Misalnya saja seorang teman kantor menanyaimu tentang berbagai hal yang sifatnya pribadi seperti menanyakan kabar pacarmu, kamu bisa jawab, “Oh, pacarku ada di Jakarta sana. Dia baik-baik saja. Terima kasih telah bertanya. Tapi sebenarnya saya ingin bertanya soal pelucuran produk…..”. Ya, tetap sopan dan coba alihkan pembicaraan. Siapa tahu saja teman kantormu yang kepo itu mendadak ingat tugas-tugas kantornya.

# Tegas-tegasan saja

Kalau jawaban sopanmu tak berguna, tegaskan saja kalau kamu tak ingin membahasnya. Memang rumit, karena bagaimana pun kamu perlu menjaga hubungan baik dengan rekan kerja. Namun, ada sedikit cara diplomatis untuk menangani ini. Jawab saja, “Saya sedang tak ingin membicarakannya di tempat kerja. Istirahat saja agar fokus dengan pekerjaan.”

# Akui saja kalau kamu memang tertutup, semoga rekanmu mengerti

Jika kedua teknik di atas tak berhasil juga, artinya menyedihkan. Namun, siapa tahu kalau kamu mencoba jujur bahwa kamu tak terlalu suka membicarakan hal-hal yang sifatnya pribadi pada orang lain, mereka akan mengerti. 

Source: The Cut

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait