web analytics
Top banner bank bjb
Garis Tawa, Komunitas Bangun Rumah Urang Bandung
Oleh Fathia Uqim, pada Jan 12, 2018 | 12:53 WIB
Garis Tawa, Komunitas Bangun Rumah Urang Bandung
Anggota Komunitas Garis Tawa. (ayobandung/Fathia Uqim)

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM – Komunitas yang satu ini punya program yang menarik dan menantang. Jika biasanya komunitas sosial ini hanya berfokus pada pemberian donasi, kini Garis Tawa menghadirkan program unggulan tiap tahunnya.

“Barumu”, akronim dari Bangun Rumah Untukmu adalah proyek besar dari komunitas yang dimulai sejak awal 2017 lalu. Wine Anita Tesa, seorang mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menginisiasi komunitas ini akibat kecintaannya pada dunia pelayanan dan kerelawanan.

Program Barumu sendiri ditargetkan untuk orang-orang dengan kriteria keluarga yang aktif berkontribusi di masyarakat, memiliki rumah tidak layak, serta keluarga yang dikategorikan miskin. Lokasi program anyar ini bakal dilaksanakan di RW 12, Kelurahan Dago, Kecamatan Coblong.

“Untuk persiapan, saat ini masih mencari penerima program Barumu dengan proses observasi yang akan kita lakukan tanggal 12 Januari,” ujar Ketua Komunitas Garis Tawa, Asep Nugraha kepada ayobandung, Rabu (10/1/2018).

Di bulan Februari nanti, Garis Tawa akan mencari sumber dana yang lain. Kini telah terkumpul dana dari salah satu lembaga zakat yang memberikan donasi sebesar Rp 40 juta.

Program Barumu juga melibatkan relawan arsitektur dari Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung. Ditargetkan, bulan Maret nanti, Garis Tawa mulai membangun satu rumah untuk program ini.

Perjalanan Garis Tawa

Di awal perjalanannya pada tahun 2017, Garis Tawa kerap menggelar acara buka bersama dan berbagi sembako di Pesantren Al Furqon, Cisarua, Lembang saat bulan puasa. Kegiatan itu berlanjut dengan program belajar mingguan di pesantren tersebut.

“Sangat miris sekali kondisi SDM pengajar di sana. Karena kekurangan SDM di beberapa mata pelajaran,” kata Asep. Bahkan, beberapa siswa di sana mengaku tak pernah belajar matematika selama beberapa tahun gara-gara kurangnya SDM pengajar tersebut.

Garis Tawa ikut mengajar di sana. Mereka mengajar untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika yang dilakukan sekali dalam sepekan setiap hari Sabtu. Banyak relawan mahasiswa yang turut berpartisipasi.

Kini, selain program Barumu dan mengajar di pesantren, Garis Tawa juga punya program berbagi bingkisan nasi dan lauk pauk yang digelar sekali dalam setiap bulannya. “Alhamdulillah banyak relawan yang berpartisipasi,” kata Asep.

Editor: Asri Wuni Wulandari

Middle banner pos
Artikel Terkait