web analytics
Top banner bank bjb
Sering Bergaya Santai, Ini Alasan Jokowi
pada Jan 02, 2018 | 12:35 WIB
Sering Bergaya Santai, Ini Alasan Jokowi
Peiden Jokowi bergaya santai saat meresmikan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018). (Antara)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM – Dalam beberapa kesempatan, Presiden Joko Widodo sering tampil santai. Sebagai kepala Negara, ia tak canggung menggunakan kaos oblong dan sepatu olahraga.

Seperti yang terlihat saat Jokowi meresmikan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta.

"Mosok ke stasiun pake jas," kata Presiden Jokowi di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, usai meresmikan pengoperasian Kereta Api (KA) Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta, Selasa (2/1/2018).

Ia mengakui, berpenampilan santai agar tidak membosankan.

"Kalau pakai itu-itu saja, nanti kalian bosen," kata Presiden Jokowi, sambil tersenyum, beberapa saat setelah naik KA Bandara Soekarno-Hatta menuju tempat duduk yang ditentukan.

Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian moda transportasi tersebut di Stasiun KA Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Ia mengenakan kaus oblong lengan panjang warna merah dan bersepatu olah raga.

Tampak hadir dalam acara itu, antara lain Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menko Polhukam Wiranto, Menpar Arief Yahya, Menteri PUPR Basuki Hadimujono, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Jokowi dan sejumlah Menteri Kabinet Kerja meresmikan pengoperasian KA Bandara Soekarno-Hatta dengan menekan tombol sirine, kemudian  menandatangani prasasti.

Rombongan Presiden Jokowi kemudian meninjau stasiun dan mencoba kereta bandara menuju stasiun Sudirman Baru.

Menurut Jokowi, akan pemerintah terus membangun dan mengembangkan berbagai moda transportasi yang terintegrasi untuk mengurangi kemacetan, termasuk di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Kita ini kan bukan hanya membangun kereta bandara, kita juga ingin mengalihkan pengguna mobil-mobil pribadi supaya mau menggunakan transportasi massal," ujarnya.

Pengoperasian kereta bandara merupakan salah satu dari penyediaan moda transportasi untuk mengurangi kemacetan termasuk di Jakarta dan sekitarnya.

"Ke depan kalau sudah terintegrasi antara MRT, LRT, busway, kereta bandara, kereta cepat semuanya, akan mendorong peralihan dari penggunaan kendaraan pribadi ke angkutan massal,"ungkapnya.

Mengenai target semua moda transportasi dapat terintegrasi, Jokowi pun mengemukakan semua dikerjakan satu per satu.

"Kereta bandara dulu rampung, nanti LRT 2019 sudah seleaai, MRT dari selatan ke utara nanti rampung juga. Ini satu per satu,"terangnya.

“Transportasi massal yang nyaman dan tepat waktu memang merupakan keharusan, terutama untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) karena kemacetan setiap tahun mengakibaykan kerugian hingga Rp 67 triliun,” imbuhnya.

 

Source: Antara

Editor: Andri Ridwan Fauzi

Middle banner pos
Artikel Terkait