Pengamat Nilai Desain Iklan Koran Rindu Paling Memiliki Design Value

  Rabu, 13 Juni 2018   Andri Ridwan Fauzi
Ilustrasi. (Istimewa)

BUAH BATU, AYOBANDUNG.COM--Sejak dua hari lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat merilis iklan di media cetak untuk empat pasangan calon gubenur Jawa Barat. Keempat pasangan tersebut menghadirkan desain iklan yang dinilai mampu menarik perhatian warga untuk memilihnya pada 27 Juni mendatang. 

Pengamat dan praktisi desain komunikasi visual, Dodi Nursaiman, menilai tidak ada yang berubah pada desain iklan para calon gubernur Jawa Barat.

"Tidak ada yang berubah dari desain iklan calon gubernur pada pilgub jabar tahun ini, sama seperti desain iklan tahun-tahun sebelumnya, yang selalu menampilkan wajah para pasangan calon," ungkapnya.

Menurutnya, hampir ada kesamaan dari seluruh iklan pasangan calon gubernur, yaitu menunjukkan wajah-wajah ramah dan penuh senyuman sebagai upaya memikat hati para pemilih.

"Meskipun saya misalnya tak kenal dengan foto salah seorang calon tapi dia tersenyum. Seolah akrab dan kenal dengan kita yang melihat iklan pasangan calon tersebut," tuturnya.

Dijelaskannya, ide iklan pasangan nomor urut satu cukup menarik. Ridwan Kamil dan Uu dihadirkan sebagai barista, meskipun tidak sesuai dengan kenyataan.

Iklan pasangan nomor urut dua, dalam pandangan Dodi tidak jelas pesan apa yang ingin disampaikan dengan slogan "Hasanah Jabar Terjamin", yang menurutnya cukup absurd. 

"Memunculkan pertanyaan, yang terjamin itu apa? yang dijamin itu perbaikan, kemajuan? Apakah kelompoknya, apakah partainya, atau masyarakat pemilihnya, itu tidak terlihat," tuturnya. Terlebih defisini tenteram dan sejahtera yang muncul dalam poster iklan terlalu umum.

Sedangkan Pasangan nomor urut tiga, yang juga turut memasang foto Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, terlihat tidak percaya diri. Bahkan terkesan masih ingin menjual kisah-kisah masa lalu. 

"Muncul pertanyaan, sebenarnya yang mau jadi calon gubernur Jabar itu siapa? Apakah pasangan 'Asyik' atau pasangan Aher dan Prabowo. Pertanyaan saya, kenapa harus mendompleng nama besar orang lain, ibaratnya tidak pede dengan potensi dan kinerja sendiri sebagai calon," tegasnya. 

Sementara iklan pasangan nomor urut empat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, dinilai Dodi paling tidak menarik dari sisi desain. Namun, jika dari kacamatanya sebagai pengamat dan praktisi, Dodi menilai pasangan nomor empat sepertinya ingin hadir dengan program-program yang sudah dikerjakannya. 

"Ini terlihat dari foto-foto dan kata-kata alasan mengapa memilih Dedi Mizwar," jelasnya.

Dari semua iklan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Dodi mengakui dari sisi teknik komunikasinya, desain iklan pasangan Rindu lebih unggul dibanding desain iklan pasangan lainnya. 

"Iklan pasangan 'Rindu' mencoba mengarahkan sisi emosional pemilih, atau dalam bahasa desainnya ada faktor emotional design yang dimasukkan ke dalam iklan," ungkapnya.

Diakuinya, iklan pasangan nomor urut satu memiliki cara berkomunikasi yang lebih kekinian dan menyerap aspirasi 'zaman now'. Selain itu, tidak terbawa arus cara komunikasi pragmatis pilkada lima tahun atau sepuluh tahun lalu. 

"Tim desain pasangan nomor urut satu sepertinya menangkap gagasan bahwa sekarang trennya sedang musim kopi yang menjamur dan menjadi gaya hidup masyarakat di Jawa Barat, yang harus direspon dan kemudian digunakan sebagai materi iklan," tuturnya.

Dengan merespon tren dan kehadiran banyak kedai dan warung kopi--yang menjadi salah satu komoditas unggulan di Jawa Barat--, menurut Dodi, harapannya menjadi pesan yang lebih ringan dari sisi bahasa komunikasi bagi pemilih pasangan nomor urut satu, bahwa pasangan "Rindu" hadir untuk mereka. 

Selain itu, menurut pengajar di Jurusan Desain Komunikasi Visual di Sekolah Tinggi Teknologi Bandung (STTB) ini, jika dilihat dari sisi fotografi, pasangan nomor urut satu lebih sistematis dan jauh berkonsep. Beda dengan iklan pasangan lain semisal pasangan nomor empat yang hanya menjadikan foto dokumentasi sebagai bahasa komunikasi, atau pasangan nomor dua dan tiga yang tidak menggunakan set fotografi.

"Intinya, dari sisi desain dan layout, iklan pasangan nomor urut satu lebih modern, dan memiliki desain yang lebih berbicara atau design value yang lengkap dibanding pasangan lainnya," pungkasnya.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar