Aher Apresiasi Langkah Bisnis BPRS HIK Parahyangan

  Rabu, 14 Maret 2018   Andri Ridwan Fauzi
Peresmian Kantor Pusat Baru BPRS HIK Parahyangan. (Ramdani/ayobandung)

CILEUNYI, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengapresiasi langkah BPRS HIK Parahyangan yang mengoperasikan kantor pusat baru, di Jalan Percobaan No. 39 Cileunyi, Kabupaten Bandung. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan terus mendorong perkembangan perbankan dan lembaga keuangan syariah di Jawa Barat.

Aher-sapaan akrab AHmad Heryawan- menilai, sistem perbankan syariah sudah mendapatkan respon dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat. Kondisi ini, menjadi peluang yang harus ditangkap oleh lembaga perbankan atau lembaga keuangan syariah untuk melakukan ekspansi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga masyarakat akan merasa lebih aman dan nyaman menyimpan uang atau bertransaksi menggunakan sistem syariah.

"Kami terus mendorong perekonomian syariah di Jawa Barat. Karena sudah banyak masyarakat yang merasa aman dan nyaman bertransaksi menggunakan sisrem syariah. Ini adalah peluang yang harus ditindaklanjuti dengan ekspansi kepada masyarakat," ujarnya usai peresmian Kantor Pusat BPRS HIK Parahyangan, di Cileunyi, Kabupaten Bandung, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, antusiasme dan kesadaran yang tinggi dari masyarakat untuk bertransaksi dan menyimpan uang di lembaga perbankan syariah akan berdampak positif terhadap pengumpulan dana pihak ketiga yang besar. Kondisi ini, kemudian akan berdampak positif juga terhadap perkembangan bisnis dan kinerja perusahaan perbankan syariah.

"Jika kondisi ini terjadi, maka lembaga perbankan syariah akan semakin besar dengan banyaknya masyarakat yang menjadi nasabah," ungkapnya.

Melihat potensi tersebut, maka pihaknya mewacanakan untuk membentuk BUMN yang bergerak di sektor perbankan syariah. Hal tersebut, sudah dilakukan oleh Malaysia yang membentuk lembaga perbankan syariah plat merah.

"Saya kira Indonesia harus memilikinya. Karena dana-dana dari Timur Tengah ingin disalurkan melalui lembaga perbankan syariah. Maka sudah sepantasnya Indonesia memiliki lembaga perbankan syariah yang besar," katanya.

Sistem perbankan syariah sudah diputuskan menjadi salah satu sistem perbankan yang digunakan di Indonesia selain konvensional. Karena itu, keberadaan sistem perbankan syariah ini harus terus diedukasikan dan disosialsiasikan kepada masyarakat.

"Makanya peran ulama, kiai, dan MUI sangat penting untuk mensosialisasikan dan mengedukasikan sistem perbankan syariah ini kepada masyarakat," tegasnya. 

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar