FA-G1, Alat Pendeteksi Banjir dari Santri Mualimin Manba'ul Huda

  Selasa, 13 Maret 2018   Anggun Nindita Kenanga Putri
Muhammad Rozan dan Muhammad Agung memperlihatkan alat pendeteksi banjir FA-G1 buatannya di Madrasah Mualimin Manba'ul Huda, Bandung, Senin (12/3). (ayobandung/Anggun Nindita)

SEKEJATI, AYOBANDUNG.COM – Banjir sudah jadi langganan di musim penghujan ini. Bahkan belakangan, sejumlah wilayah di Bandung Raya sempat mengalami banjir parah.

Berangkat dari hal tersebut, beberapa santri di Madrasah Mualimin Manba’ul Huda membikin sebuah purwarupa alat pendeteksi banjir. Alat itu dinamakan FA-G1 atau Flood Alarm yang digagas oleh Muhammad Rozan dan Muhammad Agung, santri kelas XI IPS.

“Sekarang kami melihat sedang musim hujan. Banjir ada di mana-mana. Jadi bagaimana caranya kami mencoba memberikan peringata dini atas datangnya banjir,” ujar Rozan saat ditemui ayobandung, Senin (12/3/2018).

Inspirasi ini muncul saat keduanya engunjungi sebuah pameran sains yang diadakan Institut Teknologi Bandung. Kemudian, seorang pengajar fisika di madrasah membantu Rozan dan Agung untuk membuat rancangan dari alat pendeteksi banjir ini.

Alat pendeteksi banjir ini dibuat secara sederhana, namun dengan nilai guna yang tinggi. Rangka FA-G1 terbuat dari empat buah stik sumpit. Kemudian, ditambakan dengan seng yang dibuat berbentuk persegi sebagai penghantar listrik.

Sebagai langkah uji coba, Rozan dan Agung menggunakan wadah berisi air yang ditengahnya tersimpan alat pendeteksi banjir tersebut. “Lalu simpan dudukan baterai. Di bawah seng nanti kami simpan styrofoam. Kalau airnya naik, otomatis nanti styrofoam-nya naik juga,” kata Rozan.

Saat permukaan air naik, seng bakal bereaksi menghantarkan panas. Dari aliran panas tersebut, lampu bakal menyala sebagai alarm penanda peringatan dini bencana banjir.

Tentu pembuatan alat pendeteksi banjir ini bukan hal yang mudah. Dalam prosesnya, Rozan dan Agung sempat mengalami trial and error. “Sempat beberapa kali kabelnya konslet, jadi kami harus mencobanya berulang-ulang,” kata Agung.

Ke depan, Rozan dan Agung berencana kembali membuat alat pendeteksi banjir yang lebih canggih dan bisa diaplikasikan langsung ke masyarakat. “Misalnya nanti ditambahkan saklar dan resistor untu perbaikannya,” kata Agung.

Kepala Madrasah Mualimin Manba'ul Huda, Rosihan Fahmi mengatakan jika pihaknya selalu mengupayakan agar santri-santri didikannya bisa memberikan sebuah inovasi yang kreatif. "Kami pasti dukung. Sejauh ini mereka telah riset. Kalau mau dikembangkan dan butuh perencanaan yang lebih baik," kata Fahmi.

Fahmi berharap agar ke depan, para santri ini bisa terus memberikan karya yang dapat diaplikasikan untuk kepentingan masyarakat.

“Pertimbangannya adalah apa yang dibuat oleh para santri itu memang yang bermanfaat bagi masyarakat. Terus bersinergi untuk kepentingan bersama,” ujar Fahmi.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar