Tembus Pasar Internasional, Ini Kisah Inspiratif Owner Amblefootwear

  Minggu, 11 Maret 2018   Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Agit Bambang Suswanto, owner produk sepatu

MAULANA YUSUF, AYOBANDUNG.COM -- Memulai sebuah usaha memang bukanlah hal yang mudah. Perlu kesabaran dan kegigihan untuk mencapai kesuksesan yang diharapkan untuk bisa memetik hasil yanh manis. Begitulah secuil kisah yang dirasakan Agit Bambang Suswanto, seorang anak muda asli Bandung yang merupakan owner produk sepatu "Amble Footwear".

Singkat cerita, Agit rupanya mengaku sudah mulai memiliki ketertarikan dalam bidang usaha sejak usia remaja. Terbukti saat di bangku SMA, Agit, begitu sapaannya mengaku menjalani usaha serabutan untuk menambah uang jajannya. Bahkan sebelum ramai sosial media laiknya Instagram, Agit telah lebih memulai usaha jual beli foto kepada teman-temannya. 

Agit mengaku, menyukai sepatu mahal, sebut saja dockmart dan Clarks, yang notabene harganya selangit itu. Dia pun menemukan ide untuk memulai usahanya di bidang yang sama.

"Awal idenya karena saya suka sepatu, tapi enggak kebeli karena harganya mahal. Karena itu, saya kepikiran bikin usaha sepatu aja," ujar Agit kepada ayobandung, Minggu (11/3/2018).

Di awal kuliah semester tiga, Agit memulai usaha sepatu lukis pertamanya yang diberi nama Gogo Pallet. Namun apa daya, usaha sepatu lukisnya hanya bertahan selama enam bulan karena kurang diminati pasar. Tapi, bukan Agit namanya jika dirinya berhenti di tengah jalan.  Usai move on dari usaha sepatu lukisnya, Agit pum mencoba merambah usaha kuliner waffle yang lagi-lagi hanya bertahan tiga bulan saja. Memang kegagalan demi kegagalan sempat  dirinya dapatkan. 

Seolah tak patah arang, dewi fortuna pun menghampiri pria berusia 28 tahun itu. Tepatnya di awal tahun 2009, Agit mendapatkan beasiswa dari kampusnya sebesar Rp 1,5 juta. Uang beasiswa itu pun akhirnya dijadikan modal membeli sepatu yang dibuat di Cibaduyut sebanyak 13 pasang.

"Saat itu saya memanfaatkan media Kaskus buat jualan. Dan alhamdulillah, pas jualan di sana dalam tiga hari penjualan sepatu saya langsung habis terjual, gak bersisa satu pun," ujarnya mengenang. 

Lambat laun usahanya membuahkan hasil, Agit pun tak hanya memikirkan kualitas yang bagus, dirinya juga mulai memikirkan bagaimana menciptakan brand yang bagus dan bisa bertahan lama.

"Sejak saat itu perputaran uang saya semakin besar, saya mulai belajar manajemennya, bagaimana caranya supaya makin bagus," kata  pria yang juga lulusan jurusan manajemen Widyatama ini. 

Seiring berkembangnya dunia digital, Agit pun akhirnya mulai memanfaatkan media sosial laiknya Instagram dan website untuk penjualan produknya yang di beri nama "Amble Footwear".

Kini, produk sepatu tersebut tak hanya dijual di dalam negeri, bahkan Agit mengaku telah berekspansi melakukan penjulaan ke pasar luar intrnasional. "Produk Amble Footwear ada yang masuk ke berbagai departement store, dan mal-mal. penjualan terbanyak dari instagram dan website. Saya juga menjual ke Singapura dan Jepang," ujarnya.

Paham betul tentang tren dunia teknologi yang semakin luas dengan beribu manfaatnya, Agit pun  mengaku branding produknya memang hanya dilakukan melalui media sosial. Serta tak ketinggalan gaya pemasaran yang kekinian yakni melalui endorsement para selebgram. "Saya sama sekali tidak menyebar flyer untuk membuat orang-orang datang ke toko saya," ujar Agit.

Mengusung gaya smart casual dengan bahan 80% adalah leather, sepatu produk anak negeri ini pum ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Mulai Rp 250.000 hingga Rp 700.000. Saat ini Agit hanya memiliki satu toko saja, tepatnya di Jalan Maulana Yusuf, Citarum, Kota Bandung.

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar