Kopi Kelenteng, Warkop di Tengah Kawasan Pecinan

  Senin, 05 Maret 2018   Fathia Uqimul Haq
Tampak depan Kopi Kelenteng, Jalan Kelenteng, Bandung. (ayobandung/Fathia Uqim)

ASTANAANYAR, AYOBANDUNG.COM – Bukan cuma vihara yang bisa kamu temui di Jalan Kelenteng, Bandung, tapi juga sebuah tempat nongkrong yang jadi incaran pelancong di kawasan pecinan.

Adalah Warung Kopi Kelenteng, yang selalu ramai di saat perayaan Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Warung kopi ini biasanya diserbu jemaah yang baru saja beribadah di kelenteng besar.

Dua tahun lamanya Kopi Kelenteng ini berdiri. Kecintaan sang empunya, Sylvie Purnamsidi, pada kopilah yang mendorongnya berkecimpung di bisnis kedai kopi. “Saya memang penikmat kopi. Dulu sering nongkrong, ngopi, dan teman-teman juga beberapa ahli kopi,” katanya saat ditemui ayobandung, Senin (5/3/2018).

Penamaan warung kopi miliknya pun tak susah-susah amat. Karena terletak di Jalan Kelenteng, maka dinamakanlah Kopi Kelenteng.

Meski tak memiliki ruang yang terlalu besar, tapi Kopi Kelenteng bisa memberikan kehangatan bagi setiap pengunjung yang datang. Kenapa? Karena Sylvie lebih senang menamakan gerainya ini dengan sebutan warkop, bukan coffee shop laiknya di kota. Dan, dengan sebutan warkop inilah, Sylvie bisa bebas menjamu pengunjungnya sebagai teman dekat.

“Kopi itu pada dasarnya sudah enak. Yang bikin tambah enak itu ada teman ngobrol, ditambah makanan, dan suasana,” kata Sylvie. Ia bahkan sering mengajak pengunjungnya ngobrol ngalor ngidul sampai-sampai membuat pengunjungnya itu kembali lagi, lagi, dan lagi ke Kopi Kelenteng.

Sylvie juga selalu menanamkan pada pelayan Kopi Kelenteng untuk tetap mendekatkan diri pada pengunjung. Saking dekatnya, pelayan Kopi Kelenteng kudu tahu apa yang disukai oleh pembelinya, bahkan sejak pembeli itu datang.

“Jadi kalau mereka mau ke sini sendirian juga enggak masalah. Mereka bisa ikut nyeduh di sini, main di belakang juga bisa,” ujar Sylvie.

Kopi Kelenteng memang punya suasana berbeda. Berada di kawasan pecinan membuat warung kopi ini kental dengan suasana etnis Tionghoanya. Kendati begitu, tak ada sedikit pun batas antara satu sama lain.

Menu-menu asyik Kopi Kelenteng

Berbagai pilihan menu ada di Kopi Kelenteng. Mulai dari makanan ringan hingga berat. Pelbagai jenis kopi juga diracik oleh tangan sang barista. Urusan harga, tenang saja, tak bikin kantung cekak, kok. Harga menu di Kopi Kelenteng berkisar antara Rp10.000 hingga Rp40.000.

Yang paling favorit adalah mie becek, nasi goreng cikur, dan ikan sambal matah. Sementara untuk minuman, Kopi Kelenteng punya sajian andalan yang dinamakan SK2 alias es kopi susu kelenteng.

Buat kamu yang tak ingin makan besar, Kopi Kelenteng juga menyajikan camilan-camilan yang bisa menemani secangkir kopimu. Misalnya saja tahu lada garam atau roti canai.

Penasaran? Kopi Kelenteng membuka gerainya setiap hari sejak pukul 07.00 WIB hingga 22.00 WIB. Silakan datangi…

  Tag Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon

   Komentar

Komentar